Warning: session_start(): open(/tmp/sess_vl7sh439j5hvfirnsemcrfjmr0, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 193

Warning: session_write_close(): open(/tmp/sess_vl7sh439j5hvfirnsemcrfjmr0, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196

Warning: session_write_close(): Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196
Mardani Ali Sera: Usung Calon Yang Lama Berkecimpung Dengan Partai Dan Berbasis Merit System – Terjitu

Mardani Ali Sera: Usung Calon Yang Lama Berkecimpung Dengan Partai Dan Berbasis Merit System


JAKARTA, TERJITU – Pernyataan yang dilontarkan Mardani Ali Sera menanggapi masuknya Gibran dan Kaesang dalam radar PKS untuk Pilwakot Solo 2020 mendatang, seakan-akan mencibir Gubernur DKI Jakarta Anies Basweden.

“Anak muda bagus dimajukan. Tapi baik juga dahulukan mereka yang sudah berkecimpung dengan partai atau sukses membangun institusi. Plus berbasis merit system”. kata Mardani kepada wartawan, Sabtu (27/7).

Basis merit system artinya berdasarkan kualitas, kualifikasi, kompetensi dan kinerjanya. Mardani sepertinya merasa terusik dan tidak ingin tersaingi dengan keberadaan dua anak Jokowi tersebut, sehingga membuat branding bahwa hendaknya PKS memilih calon yang telah mengerti seluk beluk politik dan berkapasitas baik seperti dirinya.

Namun, Mardani Ali Sera sepertinya keceplosan soal pernyataan tersebut, karena justru seperti menyindir Gabener DKI Jakarta.

Sebenarnya Mardani menyimpan dendam terhadap Anies, sebab dalam sejarah Pilkada DKI 2017, Mardani lah yang seharusnya diusung PKS sebagai Cawagub untuk mendampingi Sandiaga Uno. Sandiaga sebagai calon gubernur, sedangkan Mardani sebagai calon wakil gubernur.

Namun dengan adanya Anies yang disokong oleh beberapa “orang besar”, Mardani terpaksa tersingkir.

Seiring dengan perkembangan DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies, Mardani pasti tahu bagaimana jeleknya kemampuan Anies sebagai pemimpin wilayah. Oleh sebab itu, pernyataan Mardani soal perlunya mengusung calon yang yang sudah lama berkecimpung dengan partai dan berbasis merit system, adalah sindiran telak bagi Anies dari “teman dekat” yang tersakiti. (aqq/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS