Mantap! Kemensos Kirim 10 SDM PKH Studi Banding ke Filipina


JAKARTA, TERJITU – Kementerian Sosial telah mengirim 10 SDM PKH atau bantuan sosial melakukan studi banding ke Filipina selama 1 minggu guna mewujudkan janji Presiden Jokowi dan meningkatkan kualutas SDM PKH agar target graduasi 800.000 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH bisa terwujud.

Menteri Sosial Agung Gumiwang Kartasamita menyatakan bahwa pengiriman SDM PKH tersebut sebagai wujud pemenuhan janji Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan seluruh SDM PKH di Istana Negara beberapa waktu lalu. Saat itu Presiden Jokowi berjanji untuk mengirimkan SDM PKH terbaik menimba ilmu di luar negeri.

Sepuluh SDM PKH itu yakni, Ahmad Zainudin Tenaga Ahli Penyaluran, Djoko Susilo Tenaga Ahli Kepesertaan PKH, Ivo Nilasari Koordinator Regional Sumatra, Elisa Yuniarti Koordinator Wilayah Bengkulu, Eferi Alfansyah Koordinator Kota Pagar Alam Sumatera Selatan, Raden Dika Permatadiraja Pekerja Sosial Supervisor Kota Bekasi, M. Syah Administrator Pangkalan Data Kabupaten Lingga Kepulauan Riau, Fatimatul Aulia pendamping PKH Kecamatan Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan, M. Erwin Dianto pendamping PKH Kecamatan Jagong Jaget Kabupaten Aceh Tengah Banda Aceh, dan Zusmiana pendamping PKH Kecamatan Baturaja Barat Ogan Komiling Ulu Sumatera Selatan.

“Keberangkatan delegasi SDM PKH dipimpin Staf Ahli Menteri Asep Sasa didampingi Kasubdit Bantuan Sosial Kemsos Keukeu Komarawati,” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Agus Gumiwang mengatakan mereka yang dikirim studi banding ke luar negeri tersebut merupakan yang terbaik setelah melalui berbagai proses seleksi yang dilakukan Kemensos pada bulan April dan Mei 2019. Mereka menjalani seleksi yang ketat dan dinyatakan layak untuk mengikuti studi banding ke Filipina.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Haary Hikmat menyebut bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelatihan Family Development Session (FDS) kepada pendamping di seluruh tanah air selain mengirim SDM PKH ke luar negeri.

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM PKH agar semakin banyak KPM PKH yang tergraduasi.

“Hal ini merupakan bagian upaya pemerintah mendorong SDM PKH agar dapat memacu kenaikan graduasi mandiri keluarga penerima manfaat (KPM) PKH,” kata Harry. (AQ/MCF)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS