LSI Merilis Hasil Survei Jokowi-Ma’ruf Unggul Telak Dari Prabowo-Sandiaga


JAKARTA – Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis laporan hasil survei terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet (RS) dan dampaknya terhadap elektabilitas Capres-Cawapres.

Survei LSI Denny JA menunjukkan hasil bahwa 75 persen publik semakin khawatir dengan maraknya hoaks  dan 74,5 persen publik ingin media sosial bersih dari hoaks, dengan cakupan pemilih diambil dari berbagai segmen yaitu pendidikan, pendapatan, pemilih partai politik, pemilih Capres-Cawapres dan pengguna media sosial.

Sementara itu, terkait  kepopuleran hoaks RS , hasil survei LSI Denny JA tmenunjukkan 57,2 persen publik pernah mendengar hoaks penganiayaan RS, sebanyak 89,5 persen tidak suka terhadap hoaks penganiayaan RS dan 57,9 persen publik ingin tindakan nyata dari penegak hukum atau pengusutan tuntas kasus hoaks penganiayaan RS.

Kasus hoaks RS memberikan sentimen negatif terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga, terbukti hasil survei LSI Denny JA menunjukkan 17,9 persen publik menjadi lebih tidak mendukung Prabowo-Sandiaga. Sementara paslon Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul telak pada survei Oktober 2018 dengan 57,7 persen jauh diatas Prabowo-Sandiaga 28,6 persen.

Tren dukungan Jokowi-Ma’ruf Amin semakin meningkat dimana Agustus 2018 mendapat 52,2 persen, September 2018 53,2 persen dan Oktober 2018 menjadi 57,7 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mengalami sedikit penurunan atau cenderung stagnan dimana pada Agustus 2018 mendapat 29,5 persen, September 29,2 persen dan Oktober 2018 menjadi 28,6 persen.

Efek elektoral kasus RS terhadap Capres-Cawapres paling berdampak di segmen pendidikan dan pendapatan karena kalangan terpelajar dan segmen menengah ke atas lebih banyak mengakses informasi terutama media sosial serta kurang menyukai pemimpin yang mudah terkecoh dan reaksioner. Selain itu, publik juga ingin agar kasus hoaks RS menjadi momentum membersihkan hoaks terutama di media sosial.

Pengumpulan data survei dilakukan pada 10 – 19 Oktober 2018 dengan metode sampling multistage random
sampling. Margin of error  ± 2.8 %.  Wawancara dengan tatap muka dan menggunakan kuesioner  terhadap 1.200 responden awal (ib/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS