LITERASI MELAWAN HOAX


JAKARTA TERJITU – Pesta rakyat sudah di depan mata, tinggal menghitung hari untuk memilih seorang pemimpin bangsa. 17 April 2019, merupakan tanggal penentu , penentu untuk 5 tahun indonesia kedepannya. Untuk itu, salah satu cara mewujudkan kedamaian dan keamanan sebelum, sedang, maupun sesudah pemilihan umum ini adalah dengan menjauhkan diri dari berita-berita hoax , masyarakat perlu lebih cermat dalam memilah berita antara fakta dan hoax.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘hoax’ adalah ‘berita bohong’. Dalam Oxford English Dictionary, ‘hoax’ didefenisikan sebagai malicious de ception atau kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. Dalam kesempatan ini, saya ingin membagikan cara-cara untuk membedakan antara berita dan hoax.

Ini dia cara membedakan berita hoax dengan berita yang benar

1. Nama dan situs media tidak jelas

Sebelum konsumsi berita, kita patut  perhatikan nama dan situs media yang menyebarkan beritanya itu. Kalau nama dan situs media tidak jelas, contohnya berdomain blog biasa atau nama media terkesan provokatif. Ada baiknya kita mengonsumsi berita dari media-media yang memang sudah terpercaya dan kredibel

2. Judul umumnya provokatif

Pertama kali baca berita pasti dari judulnya terlebih dahulu. Nah, kalau memang judulnya sudah terkesan provokatif itu bisa jadi salah satu ciri berita hoaks. Contohnya nih, di judul sudah menuding ke salah satu pihak, menggunakan kata-kata kasar atau umpatan negatif

3. Cek dan ricek dari Berbagai Sumber

Jangan mudah percaya dari satu sumber berita. Pastikan dulu kejelasan isi berita tersebut dari beberapa sumber lain. Ini penting untuk bisa membedakan isi berita yang kita baca hoax atau tidak

4. Cek foto dan video

Tidak cuma dari tulisannya saja, yang perlu kita cek hoax atau tidaknya. Foto dan video pun harus lo kita cek keasliannya. Jangan-jangan foto dan video itu sebenarnya bukan terkait kejadian sesuai berita, tapi ambil dari peristiwa lama atau beda konteks

5. Nama penulis

Berita yang benar itu harusnya ada nama penulis yang tercantum. Hal itu karena si penulis lah yang bertanggung jawab penuh soal isi beritanya. Kalau nggak ada patut diragukan , soalnya nggak ada pihak yang jadi penanggung jawab dari berita tersebut. Intinya kita  perlu selalu hati-hati dalam mengonsumsi berita. Jangan asal percaya dan share gitu aja berita yang belum jelas kebenarannya. Pastikan juga kita membaca berita sampai akhir, jangan cuma kemakan judul dan tulisan awalnya aja. ayo lebih cermat dan cerdas dalam mengonsumsi atau menyebarkan berita.

 

Melihat cara-cara diatas, masyarakat perlu membudayakan literasi, bacalah suatu berita hingga tuntas, jangan hanya membaca dengan setengah-tengah, diperlukan peran serta aktif dari kita semua, terkhusus para pemuda/pemudi atau para mahasiswa untuk menjalankan misi ini kepada masyarakat sekitarnya, karena hanya dengan literasilah hoax bisa di hancurkan

Menyangkut hal ini, pesta demokrasi sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia untuk berkontribusi secara langsung. Satu suara anda, akan berpengaruh untuk masa depan Indonesia, yang tentunya akan berimplikasi pada keberlanjutan pembangunan nasional dan segala macam kebijakan-kebijakan, serta peraturan menuju indonesia yang baru. Oleh karena itu jadilah pemilih yang bermartabat, pemilih yang bijaksana, cermati berbagai macam visi dan misi CAPRES-CAWAPRES dengan baik tentunya harus dari sumber yang terpercaya. Memilih pastinya tetap ikuti kata hati nurani.

Akhir kata, mari kita bergandeng tangan, satukan langkah dan samakan irama gerakan, sukseskan pilpers yang aman, damai, berkualitas, dan bermartabat serta terwujudnya pembangunan nasional, dengan berani menentang hoax melalui literasi.

 

SALAM LITERASI

(jtj)

Oleh : Yusuf Rahman

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS