LICPAS (Lihat, Cermati, Pastikan): Upaya Mengantisipasi Hoax di Kalangan Generasi Milenial


JAKARTA TERJITU – Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan bangsa Belanda dan Jepang. Namun, seiring perkembangan arus informasi yang sedemikian cepat membawa pengaruh buruk berupa penyebaran informasi yang tak kredibel atau hoax. Saat ini, Indonesia dijajah melalui media sosial. Pengguna media sosial khususnya di Indonesia tidak memahami tentang etika bermedia sosial, sehingga yang terjadi saat ini maraknya berita bohong atau hoax yang tersebar.

Hal utama yang menjadikan hoax mudah tersebar di Indonesia adalah  konsumen Indonesia lebih mudah menerima konten online. Tanpa memikirkan kebenarannya, sebagian masyarakat di Indonesia dengan senang hati mempercayai informasi yang mereka peroleh dari media sosial. Padahal seharusnya ketika mendapat berita yang mana kita belum mengetahui kebenarannya, kita harus memastikan kepastian berita itu.

Akhir-akhir ini fenomena berita bohong (hoax) khususnya melalui media sosial begitu marak terjadi di Indonesia. Namun sangat disayangkan, masyarakat saat ini banyak yang meyakini kebenaran berita bohong (hoax) tersebut. Beredarnya berita hoax dikalangan masyarakat dapat menimbulkan dampak yang akan berimbas pada persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia yang telah di tumbuh sejak dulu.

Dampaknya yakni terbentuknya opini publik yang mengarah kepada terjadinya kehebohan dimasyarakat, ketidakpastian informasi, dan menciptakan ketakutan massa. Berita tersebut tidak hanya ditujukan kepada individu saja, melainkan juga kepada institusi pemerintah maupun swasta.

Berdasarkan data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika selama bulan Agustus-Desember 2018 telah terjadi sebanyak 62 hoax. Ada beberapa konten di internet yang membuat resah di masyarakat. Contoh hoax yang telah tersebar di internet adalah sebagai berikut : foto Prabowo di dinding pemimpin luar negeri, Puan Maharani buka posko logistik di reuni 212, Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kemudian yang perlu dilakukan masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial untuk menyikapi berita hoax salah satunya dengan cara LICPAS atau Lihat, Cermati, Pastikan. Adapun penjelanya sebagai berikut :

  1. Ketika kita menemukan atau mendapatkan berita maka kita perlu membaca keseluruhan berita. Jangan sampai memakan mentah-mentah dari judul berita saja. Biasanya judul berita selalu dibuat menarik dengn tujuan agar yang terarik untuk membaca berita itu banyak, tak terkecuali dengan berita hoax.
  2. Lalu, setelah kita baca alangkah baiknya kita cermati terlebih dahulu sebelum menyimpulkan kebenaran berita. Mengidentifikasi berita yang dibaca melalui sosial media termasuk berita hoax atau tidak, harus teliti dalam membaca. Sebelum share berita cermati dulu judulnya mengandung unsur provokatif atau tidak. Apabila menemukan judul provokatif carilah berita serupa. Lebih amannya lagi apabila membaca berita melalui situs berita resmi. Adapun kalau berupa foto atau video maka Kemudian cek keaslian foto ataupun video yang menjadi keterangan dari berita. Masukkan foto melalui google image dengan menu drag-and-drop di mesin pencarian. Melalui cara ini akan ketahuan situs sumber keaslian foto tersebut. Sedangkan video amati dengan cermat, video tersebut merupakan video editing atau benar-benar video asli yang masih utuh.
  3. Setelah kita mencermati keseluruhan berita maka kita perlu memastikan berita itu apakah berita itu fakta atau hoax semata. Teliti dan telusuri terlebih dahulu sumber berita atau informasi. Apabila dirasa ada kejanggalan dari berita ataupun informasi yang diperoleh maka segera cari sumber atau referensi dari situs lain. Jangan buru-buru terprovokasi dengan informasi yang diperoleh, tahan diri.

Semakin canggihnya zaman dengan berbagai fasilitas yang digunakan harus di imbangi dengan sikap yang cakap dan cerdas. Jika dilihat memalui manfaat yang disajikan zaman di era digital ini tentu sangat banyak. Generasi milenial harus bijak menyikapi informasi maupun berita di zaman yang semakin canggih ini. Sikap yang cerdas dan bijak tentunya tidak dapat diperoleh secara instan melainkan dengan ketekunan. Salah satunya mau dan mampu membaca. Melalui gerakan literasi generasi muda dibiasakan untuk teliti. Sehingga generasi muda nantinya mampu menyaring informasi negatif.

Untuk itulah sebagai generasi milenial yang cerdas akan teknologi maka harus diperlukan sikap cerdas dan bijak terhadap informasi yang diperoleh, khususnya menjelang Pemilu 2019 saat ini. Yang di harapkan nantinya, generasi muda dapat memberi contoh kepada masyarakat dan dapat mengedukasi masyarakat dalam menyaring berita. Sebab tongkat estafet perjuangan dan kepemimpin bangsa ini kelak ada di tangan generasi muda saat ini (generasi milenial). (jtj)

 

LICPAS (Lihat, Cermati, Pastikan): Upaya Mengantisipasi Hoax di Kalangan Generasi Milenial

Oleh : Royan Adi Ikhsan, Mahasiswa Akuntansi Politeknik Perkebunan Yogyakarta

 

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS