Lakukan Pelanggaran, Caleg Gerindra Halalkan Segala Cara Aga Bisa Menang


Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Timur akan melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Calon legislatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta dari Kader Gerindra, Zuhdi Mamduhi.

Zuhdi Mamduhi melakukan pelanggaran kampanye di lingkungan sekolah. Hal tersebut disesalkan seumlah orang tua murid sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda di Cakung Barat Jakarta Timur.

Zuhdi berani melakukan kampanye terselubung dengan membagikan kalender bergambar foto caleg, arahan untuk mencoblos nama caleg, dan nomor undian umroh di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda saat pembagian rapor.

Sebagai anak pemilik sekolah, ia juga memaksa seluruh wali murid untuk menuliskan nama dan tanda tangan.

“Kemarin saat pembagian raport anak-anak, seluruh orang tua murid juga dibagikan kalender yang ada foto caleg dan gambar cara mencoblos nama menantu pemilik sekolah yang jadi caleg DPRD,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Rabu (9/1).

Para Orang Tua pun sepakat dengan orang tua murid lainnya untuk melaporkan ke bawaslu Jakarta Timur dan jajaran pemda DKI Jakarta.

Sekolah itu kan tempat belajar bukan tempat berpolitik. Jadi kami menyesalkan sekali adanya politisasi ini,” jelas wali murid lainnya.

Anggota Bawaslu Jakarta Timur Ahmad Syarifudin mengungkapkan, kejadian bermula saat pengambilan rapor siswa pada 7 Januari. Awalnya pihaknya tahu dari media, sehingga menindaklanjutinya dengan investigasi.

“Kami memulai penanganan dugaan pelanggaran kampanye sejak tanggal 21 Januari, berkoodinasi dengan sentra Gakkumdu. Proses penanganannya dijadwalkan selama 14 hari kerja, sekarang masih proses,” tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (4/2).

Sesuai hasil investigasi, Ahmad menyatakan bahwa saksi pun telah mengonfirmasi bahwa pembagian kalender memang terjadi saat pembagian rapor di kelas. Namun, untuk teknis pembagian pihaknya masih mengadakan penelusuran.

“Terkait bagaimana caleg itu membagikan materi tersebut, kita masih membutuhkan keterangan dari caleg yang bersangkutan. Caleg tersebut diduga melanggar pasal 280 ayat (1),” tandasnya.

Kader Gerindra telah bertindak sewenang-wenang dan akan melakukan segala cara, termasuk rela melanggar aturan kampanye dengan mempolitisasi sekolah dan para orang tua murid agar dapat menang Pileg 2019, sehingga tidak layak dipilih menjadi wakil rakyat.(GGMCF)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS