Kubu Oposisi dan Aparat Penegak Hukum Menanti Kedatangan HRS


JAKARTA, TERJITU – Pihak oposisi sangat menanti kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, ke tanah air. Namun, bukan hanya pihak oposisi ataupun sosok Dahnil Anzar Simanjuntak yang merindukan Rizieq. Aparat penegak hukum juga menanti kepulangan Rizieq.

Pihak kepolisian sudah menerangkan kasus yang di-SP3 sekalipun bisa dibuka kembali jika terdapat bukti. Proses hukum Indonesia membuat Rizieq tak berkutik.

Kepolisian mengaku tak menutup kemungkinan untuk mengusut kembali kasus-kasus yang menyeret nama Rizieq Shihab.

“Tidak menutup kemungkinan, itu penyidik nanti yang akan menindaklanjuti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Sebelumnya, Dahnil juru bicara BPN, yang  kini berubah menjadi juru bicara Rizieq menyuarakan kepulangan Rizieq disertai desakan ke Pemerintah untuk membantu kepulangannya,sebagai syarat rekonsiliasi.

Sekedar mengingatkan, Rizieq berada di Arab Saudi sejak Mei 2017, dua minggu setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi. Namun, tahun 2018 Polisi kemudian menerbitkan SP3 kasus tersebut.

Kasus dugaan percakapan berkonten pornografi Rizieq mencuat setelah rekaman audio, transkrip, dan potongan chat Rizieq dengan Firza sempat viraldi dunia maya. Bukti komunikasi dengan sebutan baladacintarizieq itu kemudian dilaporkan Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 30 Januari 2017.

Penyidik kemudian menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka kasus tersebut pada 29 Mei 2017. Polisi menjerat Rizieq dengan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Sementara Firza dijerat dengan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

 Namun selain kasus pornografi yang telah di SP3, masih terdapat sejumlah kasus yang belum tuntas penanganannya.

Satu kasus yang sudah masuk ke tahap penyidikan yakni kasus logo mata uang yang disebut Rizieq mirip lambang palu arit di mata uang pecahan Rp100 ribu yang dicetak Bank Indonesia.

Dalam video berdurasi 13 menit yang diunggah oleh akun resmi FPI TV ke media sosial, Rizieq meyakinkan masyarakat yang hadir bahwa logo itu betul berlambang palu arit.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Rizieq. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia melaporkan Rizieq terkait dengan ceramah Imam Besar FPI itu dalam situs YouTube yang dianggap melecehkan umat Kristen ke Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, kasus lain yang sedang diselidiki adalah kasus pernyataan Rizieq yang menyebut Komjen Mochamad Iriawan memiliki otak hansip. (kania/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS