Komunitas Anak Jalanan: Djarot-Sihar Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan Masyarakat Sumut


JAKARTA – Calon wakil gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Sihar Sitorus menyambangi salah satu tempat tongkrongan malam di Medan usai debat publik kedua Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Sihar yang dekat dengan rakyat ini menikmati suasana malam perkotaan dengan masyarakat urban di pusat jajanan di kawasan Jalan Multatuli.

Wakil dari Djarot Saiful Hidayat tersebut datang bersama istrinya, Patricia Siahaan. Kedatangan Sihar disambut pengunjung warung tongkrongan, Agam Senyum dengan kekeluargaan. Tidak ada batasan antara Sihar dan para pengunjung, termasuk sejumlah anak jalanan yang sesekali menyapanya dan berjabat tangan dengannya secara spontan.

Demikian juga dengan pengamen di kawasan Multatuli yang menyambut Sihar saat keluar dari warung. Tiba-tiba, sejumlah pengamen berkumpul membentuk satu paduan dalam menembangkan lagu “Dia” yang dipopularkan Anji. Pengamen tersebut mengganti kata dia dalam lirik lagu tersebut menjadi dua.

Baim, seorang pengamen yang memegang gitar mengatakan merasa istimewa bisa menyanyikan lagu itu untuk Sihar. “Gampang yah mengubah “Dia” menjadi “Dua”, masuk lagi. Makanya kita mainkan saja. Ternyata respons Sihar sangat tinggi, bahkan ikut bernyanyi,” kata Baim.

Haposan Pakpahan yang juga ikut dengan rekannya mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pemerhati sepakbola seperti Sihar Sitorus pantas memimpin Sumut agar lebih baik lagi. Namun setelah terpilih nanti Sihar harus memperhatikan para anak-anak jalanan, termasuk hidup, dan pengembangan sumber dayanya. “Termasuk juga Namboru saya ini, yang hidup di jalanan. Dia warga Sumut sama seperti kami yang harus diperhatikan,” ujar Haposan sambil menunjuk salah seorang pengemis perempuan.

Menurut Haposan, pemimpin selama ini terlalu banyak hidup dengan retorika. Sementara yang dibutuhkan warga adalah pemimpin yang bekerja cepat, tepat dan sesuai dengan hati nurani. Karena itu dia berharap, pasangan Djarot-Sihar yang akrab disapa Djoss menang dan mengubah Sumut agar lebih baik. “Ku sayang dua, rindu dua. Inginkan dua. Utuhkanlah rasa cinta di hatiku, hanya padanya, untuk dua,” kata Haposan bernyanyi.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS