Koalisi Prabowo-Sandiaga Tinggal Nama


JAKARTA, TERJITU – Koalisi Prabowo-Sandi tinggal nama. Salah satu partai pengusungnya yaitu Partai Demokrat menganggap koalisi partai politik pengusung Paslon 02 sudah tidak ada lagi. Bahkan Partai Demokrat secara tegas menyatakan sudah tidak lagi berkoalisi dengan koalisi Adil Makmur karena hubungannya agak terganggu.

Partai Demokrat sudah lelah bersabar dengan sikap junjungan koalisi yang sering membuat sakit hati dan mengabaikan Partai Demokrat. Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut saran-saran yang diberikan Partai Demokrat untuk kemenangan Prabowo-Sandi selama ini tidak pernah digubris. Bahkan Prabowo lebih mendengarkan pihak-pihak, yang menurutnya kalah dalam kehidupan.

Menurut Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaen, koalisi Prabowo-Sandi terlalu mendikte, sehingga Partai Demokrat merasa bukan rekan koalisi. Padahal, koalisi yang dibangun, bukan fusi atau penggabungan.

PD pun merasa tidak lagi berkoalisi dengan 02,” kata Ferdinand dalam akun Twitternya @Ferdinand_Haean2 pada Sabtu (7/6/2019).

Demokrat seolah-olah harus menjadi partai yang tunduk dan menjadi sub ordinat dari Gerindra atau 02 yang tidak boleh melakukan hal apapun. Sekarang koalisi tersebut tinggal nama.

Setidaknya sudah dua kali, putra pertama SBY itu bertemu capres yang juga patahana, Joko Widodo. Baik itu di Istana Merdeka Jakarta maupun di Istana Bogor.Ferdinand menilai, upaya Demokrat menjalin silaturahim seperti itu terlalu didikte oleh pihak 02.

“Yang jelas saat ini kami merasa tidak lagi berkoalisi dengan 02, tetapi kami menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang kami anggap lebih perduli terhadap situasi bangsa, membangun bangsa secara bersama-sama,” lanjutnya.

Pertemuan dengan siapa pun yang dilakukan oleh Demokrat maupun AHY yang mewakili, menurutnya merupakan hak dari Partai Demokrat. Tidak bisa diintervensi oleh pihak lain, termasuk oleh koalisi 02.

“Sehingga Demokrat berdaulat dan mandiri untuk menentukan sikapnya dan untuk melakukan silaturahmi dengan siapapun. Apakah itu silaturahmi kebangsaan atapakah itu silaturahmi politik, atau silaturahmi kemanusian. Partai Demokrat tidak bisa diatur dan dihalang-halangi dengan hal itu,” jelas Ferdinand.

Politikus Demokrat, Andi Arief juga sempat mengatakan kalau selama ini partainya selalu memberikan saran kepada Prabowo terkait strategi di Pilpres 2019.

Sempat menyarankan Prabowo mencari kandidat baru selain Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, namun Demokrat tetap tidak digubris.

Andi menjelaskan, kalau berdasarkan hasil survei, nama Sandiaga tidak akan mendukung suara Prabowo di Pilpres 2019.

Karena melihat hasil survei tersebut, Demokrat lantas menyarankan Prabowo untuk mencari kandidat lain yang bisa mendorong suaranya di Pilpres 2019.

Ketua DPP PD, Jansen Sitindaon, mengatakan internal partainya tak nyaman dengan apa yang disebutnya ‘serangan’ buzzer pendukung Prabowo. Serangan itu disebutnya menyudutkan PD dan tokoh-tokoh PD terkait raihan suara Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Padahal menurut Jansen, SBY sudah memberi saran-saran terkait kandidat cawapres hingga saat BPN Prabowo-Sandi akan menggelar kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun, masukan dari SBY disebutnya tak pernah didengar oleh kubu Prabowo.

Itu kan di medsos memang Demokrat ‘diserang’. Jadi penyebab kekalahan Pak Prabowo disebut karena Partai Demokrat, Pak SBY, Mas AHY. Pertanyaannya sekarang, kandidat capresnya siapa? Kandidat capres kan Prabowo, berarti Prabowo yang kurang bekerja keras sehingga kalah atau mungkin salah cari Cawapres makanya kalah. (Serangan) itu kan netizen 02, pendukungnya di twitter, di medsos. Makanya baca, ikut main medsos juga. Itu kalimat buzzer-buzzer pendukung 02 di medsos,” ungkap Jansen.

Jansen menuturkan PD sudah berupaya menjadi teman koalisi yang baik bagi Prabowo, dengan mengingatkan elektabilitas Sandi saat awal kontestasi pilpres belum teruji. PD pun menyarankan strategi politik identitas tak baik.(kania/mcf) 

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS