Kinerja Baik BIN Selama 2019, Stabilitas Negara Terjamin


JAKARTA, TERJITU – Kondisi keamanan di Indonesia sepanjang tahun 2019 mengalami beberapa gejolak yang berpotensi menggoyahkan system keamanan nasional. Namun, aksi-aksi tersebut ternyata mampu diantisipasi dengan baik oleh aparat intelijen dan keamanan negara. Terciptanya kondusifitas di Tanah Air, tentu tidak terlepas dari peran Badan Intelijen Negara (BIN).

Kesuksesan BIN dalam menciptakan kondisi keamanan negara di bawah kepemimpinan Jenderal (purn) Budi Gunawan atau lebih dikenal dengan sebutan BG, sebagai orang nomor satu di lembaga yang menjadi mata dan telinga negara.

Sangat terasa juga bahwa BIN berhasil membangun sinergitas dengan institusi TNI dan Polri serta institusi lainnya untuk menciptakan situasi keamanan negara dimana kerjasama dan saling percaya antar institusi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan kondisi keamanan.

Tak dipungkiri bahwa sepanjang tahun 2019 ini, tidak ada gejolak yang tidak bisa diatasi oleh BIN. Kinerja BIN yang baik ternyata sangat berdampak dalam membantu pemerintahan Joko Widodo.

Menurut Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), Fauka Noor Farid, Presiden Jokowi memang perlu orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni di bidang keamanan nasional, dan BG dapat mengambil peran strategis tersebut.

Fauka, yang juga dikenal sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus, menyebut bahwa penanganan kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu, juga penanganan situasi pasca Pilpres 2019 berlangsung dengan sangat baik.

“Berkat sinergisitas yang terbangun dengan baik, maka aparat keamanan tidak hanya berhasil memulihkan kondisi keamanan di Papua, tetapi mampu menangani dan mengendalikan situasi keamanan saat pelaksanaan Pilpres 2019, pascapilpres hingga pelantikan presiden” ungkapnya.

BIN secara senyap berhasil mengawal Pemilu Presiden secara damai dan lancar. Bahkan, BG berhasil membawa situasi sejuk dan damai dengan mempertemukan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi di stasiun MRT Lebakbulus. Pertemuan itu membuka pintu rekonsiliasi nasional.

Kredo intelijen adalah operasi senyap. Berhasil tidak dipuji, mati tidak dicari sudah menjadi bagian dari identitas tugas yang tak terpisahkan dari insan intelijen.

Pengamat Intelijen, Ridwan Habib mengatakan, filosofi lembaga intelijen loyal pada satu ( single) user , yakni Presiden. Maka Kepala BIN wajib hanya melapor pada Presiden Jokowi, secara langsung, dan tidak boleh dipublikasikan media. Komunikasi intim dan personal antara Kepala BIN dan Presiden tidak perlu diketahui publik. Cukup Presiden yang tahu.

Karena itu, lanjut Habib, wajar jika dalam Kabinet Indonesia Maju , Presiden Jokowi tetap mempertahankan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN. Itu artinya User puas dan percaya dengan BIN.

“Upaya senyap dan profesional BIN sangat dibutuhkan selama 5 tahun mendatang. Visi Presiden Jokowi sangat menekankan pentingnya stabilitas situasi keamanan dan stabilitas politik,” tegasnya.

Kinerja BIN dalam melakukan early detection and early warning yang membuat ancaman selama ini gagal diwujudkan, patut diapresiasi, sehingga negara dan pemerintahan tetap berjalan baik-baik saja, dan stabilitas negara tetap terjamin. (jtj)

You may also like

DON'T MISS