Warning: session_start(): open(/tmp/sess_i1m0si29q3bpj3fc5lvrdfao91, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 193

Warning: session_write_close(): open(/tmp/sess_i1m0si29q3bpj3fc5lvrdfao91, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196

Warning: session_write_close(): Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196
Kementerian ESDM Targetkan Elektrifikasi Provinsi Papua Capai 96,79% dan Papua Barat 99,99% di Akhir Tahun 2019 – Terjitu

Kementerian ESDM Targetkan Elektrifikasi Provinsi Papua Capai 96,79% dan Papua Barat 99,99% di Akhir Tahun 2019


JAKARTA – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konversi Energi F.X Sutijastoto mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 1.724 desa yang gelap gulita dari total 7.358 desa.

“Masih ada sekitar 1.724 desa yang gelap gulita (di Papua), dari jumlah desa sebanyak 7.358,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi F.X. Sutijastoto di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Sutijastoto menjelaskan, wilayah Papua dan Papua Barat belum semuanya tersambung listrik karena terkendala letak geografisnya. Tak hanya itu, infrastruktur pendukungnya pun masih terbatas.

“Oleh karena itu PLN meluncurkan Program 1.000 Renewable Energy for Papua sebagai tindak lanjut dari program Ekspedisi Papua Terang,” katanya.

Menurut data Kementrian ESDM Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Papua adalah 94,28 persen dan Papua Barat 99,99 persen, sehingga saat ini RE di dua provinsi sebesar 95,75 persen.

“Angka ini dicapai dari kontribusi PLN 58,25 persen dan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Kementrian ESDM serta listrik swadaya inisiatif Pemda-Pemda setempat,” kata Sutijastoto di Kantor Pusat PLN, Jumat, (18/10/2019)

Ditargetkan sampai akhir tahun 2019 elektrifikasi Provinsi Papua mencapai 96,79 persen dan Provinsi Papua Barat 99,99 persen. Tambahan yang dialiri listrik PLN sebanyak 399 desa dan LTSHE sebanyak 230 desa. Sehingga akhir tahun ini sisa 1.123 desa yang gelap gulita.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik menjelaskan, Program 1.000 Renewable Energy for Papua’ menjadi inisiatif strategi PLN mencapai target elektrifikasi 2020. Program ini menjadi solusi efektif untuk percepatan elektrifikasi di Papua dan Papua Barat.

Ahmad menjelaskan, dari hasil kajian survei PLN, ada empat alternatif pembangkit listrik EBT yang ditawarkan dalam Program 1.000 Renewable Energy for Papua. Keempatnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro; Tabung Listrik (Talis); Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm); serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Rinciannya, 314 desa direncanakan untuk dilistriki menggunakan teknologi tabung listrik (Talis), 65 desa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pikohidro (PLTPH). Lalu, 158 desa akan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), 116 Desa dilistriki menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), 34 Desa dilistriki menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut, 184 desa akan diterangi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 151 set. (kania/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS