Kampanye Sesat, Prabowo Ajak Masyarakat Purbalingga Terima Politik Uang


JAKARTA – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menebar ketakutan dan keresahan kepada masyarakat. Saat melakukan kampanye di Purbalingga, melakukan safari di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Prabowo menyatakan negara dalam kondisi sulit.

“Negara kita dalam keadaan sulit dan susah, benar? Benar. Kalian merasakan? Apakah kalian merasakan kehidupan sudah baik atau tidak? Tidak. Apakah sudah adil atau belum? Kita harus merebut kedaulatan kita, rakyat Indonesia harus berdaulat,” tegas Prabowo di Lapangan Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jateng, Rabu (13/2) seperti dikutip dari siaran persnya.

Prabowo merasa masyarakat saat ini masih belum berdaulat secara utuh, terutama dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, ia mengatakan bersama cawapres Sandiaga Uno mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang bersama merebut kedaulatan negara.

“Itulah perjuangan saya dengan Sandiaga Uno itulah perjuangan kami-kami semua, kami tidak rela melihat rakyat kita ada yang sulit mencari makan. Rakyat kita berhak mendapatkan keadilan dan kemakmuran. Negara kita sangat kaya tapi kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia,” tegasnya.

Pada kampanye tersebut, Prabowo juga menyarankan kepada masyarakat agar menerima uang bagi-bagi/ sogokan kampanye karena uang tersebut milik rakyat Indonesia. Seruan tersebut jelas melanggar aturan pemilu.

Pasalnya, apapun pemberian oleh calon kepala daerah dilarang untuk diterima. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Baik pemberi maupun penerima uang politik sama-sama bisa kena jerat pidana berupa hukuman penjara. Pernyataan Prabowo telah merusak pertumbuhan dan perkembangan demokrasi dalam rangka pelaksanaan pemilu.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS