Jokowi Sukses Turunkan Rasio Gini Dari 0,406 Jadi 0,389


JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan terjangkau masyarakat.

“Untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, pemerintah bekerja menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok,” kata Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam sidang tahunan MPR, DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Meski demikian, Jokowi tidak menjelaskan lebih rinci apa saja yang dilakukan pemerintah untuk menjaga harga bahan pokok serta hasilnya. Selain itu, Jokowi juga menekankan bahwa pemerintah telah menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat. Pemerintah juga mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan non tunai agar lebih tepat sasaran.

“Dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019,” kata dia.

Jokowi mengklaim rasio gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus turun. Pemerintah, kata dia, berhasil menurunkan gini rasio dari 0,406 menjadi 0,389. “Kita ingin makmur bersama, sejahtera bersama,” kata dia.

Sebelumnya, dalam sidang tahunan tersebut, Ketua MPR Zulkfli Hasan sempat menyinggung harga bahan pokok yang melambung tinggi dan meresahkan kalangan ibu. Zulkifli menegaskan golongan miskin dan hampir miskin yang sangat banyak jumlahnya rentan terhadap perubahan harga. Oleh karena itu, Pemerintah perlu menjaga harga-harga barang kebutuhan rumah tangga agar daya beli masyarakat miskin tidak tergerus. “Pak Presiden, ini ada titipan dari emak-emak agar harga bahan pokok terjangkau,” ujar Zulkifli.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS