Jokowi: Banyak Momentum Positif, Bukan Saatnya Investor ‘Wait And See’


Jakarta – Sejumlah momentum positif yang tengah didapatkan Indonesia saat ini antara lain kenaikan peringkat investasi menjadi layak investasi (investment grade) dari Fitch Rating dan Standard & Poor’s (S&P) dan kenaikan peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia dari 91 ke 72.

Indonesia juga mendapatkan peringkat pertama dalam hal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atau Trust and Confidence in National Government yang dikeluarkan Gallup World Poll. Selanjutnya lembaga pemeringkat surat utang Fitch Rating menaikkan utang Indonesia dari BBB- ke BBB. Ini berarti peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah dengan outlook stabil.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, para investor harus mampu menangkap momentum positif yang akan muncul pada 2018. Bukan saatnya lagi investor mengambil sikap menanti dan melihat (wait and see) untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Sementara itu, perekonomian Indonesia tahun mendatang diproyeksi lebih baik dari 2017. Ekonomi diperkirakan akan tumbuh sekitar 5,4 persen dengan inflasi berada di kisaran tiga sampai empat persen.

“Kita kan lihat, angka-angkanya sudah jelas. Kemudian, lembaga-lembaga rating sudah memberikan penilaian seperti itu. Ease of doing bussiness kita juga melompat naik. Pertumbuhan ekonomi juga di atas lima persen. Inflasi juga baik, di bawah empat persen,” tutur dia.

Meski demikian, kata Jokowi, pemerintah tetap berupaya mempertahankan momentum positif tersebut agar kinerja pasar modal tetap terjaga. Tercatat indeks saham naik double digit atau sebesar 20 persen tahun ini.

Sementara investor diminta untuk tidak terlalu khawatir dengan risiko global yang membayangi tahun depan. Misalnya kenaikan suku bunga AS atau The Fed, stimulus fiskal Presiden AS Donald Trump,  RUU perpajakan AS, hingga geopolitik Uni Eropa.

“Saya kira memang banyak hal yang masih terus kita diperbaiki. Kita akan perbaiki terus. Tapi jangan terlalu khawatir, kita harus optimistis,” tutupnya.

Sebelumnya Presiden menutup perdagangan pasar modal 2017 dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 6.355. Pencapaian indeks di tahun ini merupakan hasil kinerja pasar modal yang sangat positif karena ‎pada awal perdagangan tahun level indeks masih berada di posisi 5.296.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS