Jangan Terhasut Narasi Negatif Terkait Pertemuan Jokowi-Prabowo


JAKARTA, TERJITU – Prabowo Subianto menyatakan bahwa dirinya tak menginginkan adanya perpecahan dan permusuhan. Prabowo pun dengan ikhlas telah mengucapkan “Selamat” kepada Presiden Joko Widodo atas kemenangan di Pilpres 2019.

Sebagai warga yang hidup di negara hukum, ketika segala hal sudah diupayakan maka kita harus taat pada aturan tersebut. Pertemuan dengan Presiden Jokowi adalah bukti bahwa Prabowo akan terus berjuang bersama rakyat, meskipun tidak terpilih menjadi Presiden. Dirinya menegaskan tak menginginkan adanya berbagai demo dari para pendukungnya di rumahnya.

Namun, masih saja terdapat pihak yang tidak setuju dengan sikap ‘junjngannya’. Seperti uang beredar di media sosial Facebook,  postingan Kubu 02 bahwa pertemuan Prabowo di MRT seharusnya dengan Anies Baswedan dan Prabowo hanya mengucapkan selamat bekerja bukanlah Ucapan Kemenangan.

Postigan tersebut sebagai sebagai bukti nyata dari adanya perpecahan di kubu 02 yang tak sejalan dengan arah dari pemimpinnya sendiri melalui narasi negatif yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sudah jelas bahwa Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi karena terpilih memimpin negeri ini untuk lima tahun kedepan.

“Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden, saya katakan saya ini walau bagaimanapun ada ewuh pekewuh, tata krama,” kata Prabowo saat di stasiun MRT bersama Jokowi.

“Jadi kalau ucapkan selamat, maunya tatap muka, jadi saya ucapkan selamat,” ujar Prabowo lagi.

Kata-kata Prabowo ini disambut teriakan warga yang hadir dalam pertemuan itu. “We love you…” demikian teriakan warga kepada Prabowo.  Sementara itu, Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan sahabat.

Menurut Prabowo, mereka memang berteman. Hanya, saat ikut kontestasi Pilpres 2019, keduanya mengambil posisi berseberangan yang saling bersaing dan mengkritik.

“Jadi kalau kadang-kadang bersaing, mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi, tetapi setelah bertarung keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia,” ucap Prabowo.

Seleksi alam telah membuktikan bahwa kubu yang tak ingin adanya rekonsiliasi dan tak mau mengakui kemenangan Jokowi adalah kubu oposisi yang pada saat Pilpres 2019 kemarin hanya mendompleng keberadaan kubu 02.

Seperti yang kita ketahui, satu persatu kubu tersebut angkat bicara menarik diri dari dukungan terhadap Prabowo-Sandi seperti PA 212 dan PKS.

Masyarakat dituntut agar tak mudah terhasut dengan narasi-narasi negatif yang berkembang pasca pertemuan Jokowi dan Prabowo. Sudah cukup jelas pernyataan dari keduanya bahwa tak ada lagi Cebong dan kampret yang ada hanya Garuda Pancasila dan Merah Putih demi persatuan Indonesia. (Rene/MCF)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS