Jangan Percaya Sebelum Cek Dulu


JAKARTA TERJITU – Kemajuan teknologi mengakibatkan penyampaian informasi yang begitu cepat tanpa adanya penyaringan lagi. Sehingga banyak sekali berita yang nilai kebenarannya harus dipertanggungjawabkan. Tidak sedikit pihak yang dirugikan, baik dari pembaca yang percaya ataupun korban dari isi berita tersebut.

Berita yang muncul seringkali menggunakan judul provokatif yang mampu mempengaruhi emosi, pikiran dan pendapat para pembaca. Berita bohong alias hoax biasanya langsung menjerumuskan ke pihak tertentu yang menjadi sasarannya. Opini negatif dan fitnah dengan mudah tersebar luas. Hal ini menimbulkan persepsi sesuai apa yang diinginkan pembuat berita.

Pembuat situs juga menggunakan nama-nama yang seolah-olah mudah di percaya pembaca. Namun, alamat situs yang digunakan kebanyakan menggunakan domain blog atau alamat yang belum terverifikasi sebagai pers resmi. Informasi yang disebarluaskan bisa dibilang meragukan pembaca. Mereka pun menyampaikan isi berita yang diambil dari berita resmi, tetapi diubah-ubah sesuai kehendak untuk menyebarkan kebencian.

Hal ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, khususnya dalam Pemilihan Calon Presiden tahun ini. Berita hoax tersebut biasanya berisi tentang opini dalam memilih salah satu partai atau calon sesuai yang dikehendaki si pembuat. Isinya mampu saling menjatuhkan lawan, sehingga pilihan dari si pembuat berita akan unggul dalam pengambilan hak suara. Hal ini mampu merusak berjalannya demokrasi selama ini.

Detik News Indonesia menyebutkan bahwa dalam data yang dipaparkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) menyebutkan ada 62 konten hoax terkait Pemilu 2019 selama Agustus – Desember 2018 (Indah, 2019). Konten tersebut yang dapat mencemari jalannya Pemilu 2019. Bahkan mampu membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengguna media sosial seharusnya bersikap lebih bijak lagi dalam menyikapi berita-barita yang baru muncul. Upaya ini dilakukan untuk menangkal berita hoax yang mudah tersebar. Periksa fakta yang terkandung dan membandingkannya dengan situs berita resmi yang sudah terverifikasi. Apabila ada foto-foto yang menjatuhkan salah satu pihak jangan mudah terpercaya. Cek terlebih dahulu keaslian foto tersebut.

Dengan teknologi yang berkembang pesat, seharusnya dipandang sebagai fasilitas positif yang akan mendatangkan kebaikan pada semua pihak. Kita bisa menggunakan manfaat internet untuk mencari rekam jejak,  visi misi, serta program dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Masyarakat juga seharusnya semakin kritis dengan berita yang tersebar, khususnya generasi muda. Jangan sampai penerus bangsa semakin diperbudak dengan berita bohong.

Jika meragukan tentang keaslian berita yang tersebar, kita dapat mempertanyakan pada grup-grup anti hoak akan nilai kebenarannya. Sekarang sudah banyak grup anti hoax, khususnya pada grup Facebook. Apabila sulit menemukan grup-grup anti hoax, kita dapat membuatnya dengan orang-orang sekitar. Mari kita ajak semua orang untuk menangkal berita-berita hoax yang mampu merusak ideologi bangsa kita. Selain itu, juga dapat mengadukan kepada Kementrian Kominfo dengan mengirimkan screen capture disertai url link ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Pelapor berita akan dijamin kerahasiaannya oleh Kementrian Kominfo.

Media-media sosial lainnya sekarang sudah memiliki fitur untuk melaporkan berita hoax. Media sosial Facebook yang memiliki fitur Report Status. Jika banyak aduan tentang status tersebut, maka akan dihapus. Media sosial Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan hal-hal negatif, sama halnya dengan media sosial Instagram. Sedangkan untuk pengguna Google dapat menggunakan fitur feedback.

Apabila pesta demokrasi tahun ini bebas dari berita hoax, maka akan menghasilkan pemimpin yang benar-benar berasal dari hati nurani semua rakyat. Tanpa adanya campur tangan pihak-pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi hak suara dengan menyebarnya berita hoax tersebut. Pemimpin tersebut diharapkan dapat membawa masyarakat yang lebih berkualitas. Masyarakat berkualitas inilah yang akan mengelolah dan mengolah sumber daya alam secara maksimal lagi. Agar keberlanjuatan pembangunan yang ada di Indonesia ini dapat berjalan dengan tepat dan efesien. (jtj)

 

Oleh : Giki Krisnawanti, Mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Jember (UNEJ)

 

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS