Isu Primordialistik, Mahfud MD Ingatkan Gatot Nurmantyo Tak Pecah Persatuan Bangsa


JAKARTA – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan kampanye provokatif dengan membawa isu primordilistik di Pilkada Sumatera Utara. Hal itu disayangkan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

“Sangat primordialistik itu kurang pas diucapkan oleh tokoh sekaliber GN yang mantan Panglima TNI,” kata Mahfud, Rabu (27/6).

Menurut Mahfud, memilih berdasar ikatan promordial seperti kesukuan, agama dan kedaerahan memang diperbolehkan sesuai dengan kesadaran dan identifikasi diri masing2 warga negara. Namun tidak boleh disebut sebagai keharusan. Jika mengayakan sebagai keharusan, maka akan mengganggu proses asimilasi atau pembauran.

“Boleh itu mubah, bukan wajib,” ujar Mahfud.

Mahfud MD menambahkan, dalam kontestasi politik memang ada kesempatan berkampanye tetapi keutuhan bangsa dan negara harus dinomrrsatukan. Kampanye dengan membawa isu kedaerahan justri membaea kemunduran bagi demokrasi.

Mahfud berharap masyarakat dapat menjaga persatuan dan kerukunan setelah Pilkada selesai. “Pilkada itu hanya memilih pemimpin untuk lima tahun, jangan sampai merusak persaudaraan sebangsa yang untuk selamanya,” tuturnya.

Dalam sebuah rekaman video yang viral, Gatot Nurmantyo berkampanye di depan ribuan orang dan meminta orang Sumatra Utara memilih orang Sumatra Utara untuk menjadi pemimpinnya. Gatot memprovokasi dengan isu primordialistik.

Katanya, orang Sumatra Utara minum air Sumatra Utara yang kemudian menjadi darahnya, makan makanan Sumatra Utara yang kemudian menjadi dagingnya, minum air Sumatra Utara yang kemudian menjadi darahnya.

Oleh sebab itu orang Sumatera Utara harus memilih putera Sumatera Utara sebagai pemimpinnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS