Ingin Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Pemerintah Malah Difitnah


JAKARTA – Masyarakat Indonesia diharapkan agar lebih mewaspadai beredarnya konten-konten provokatif yang bertujuan untuk menyerang dan mendiskreditkan Pemerintahan Joko Widodo.

Konten dalam bentuk video, gambar meme ataupun tulisan-tulisan negatif di media sosial menebarkan fitnah dengan mengangkat isu penjualan aset negara, ruginya pertamina dan PLN serta beberapa BUMN lainnya hingga isu pelemahan rupiah dan utang negara.

Tudingan-tudingan tersebut hanyalah sebagai bentuk provokasi tanpa didasari data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan serta sangat tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur tol hingga 1.800 km sampai pada 2019 mendatang. Untuk itu, anggaran dalam APBN tentu saja tidak mencukupi, sehingga agar target tersebut dapat dicapai,maka pemerintah dan swasta mencari beberapa inovasi dan alternatif pembiayaan.

Penjualan infrastruktur seperti tol adalah sebagai cara Perusahaan untuk mendapatkan dana segar yang kemudian akan digunakan untuk membangun ruas-ruas tol atau infrastruktur lainnya. Lewat skema ini, perusahaan bisa mengurangi rasio pinjaman terhadap modal yang dimiliki sehingga bisa tetap sehat dalam menjalankan proyek-proyek yang dimiliki.

Semuanya dengan satu tujuan, untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Begitupula dengan isu pertamina dan BUMN lainnya.

Hingga saat ini walaupun harga minyak dunia terus berfluktuasi dan cenderung meningkat, namun Pemerintah tetap memegang komitmen tidak menaikkan harga BBM subsidi. Hal tersebut juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan BBM. Dengan naiknya harga minyak dunia, dan tidak naiknya harga bbm, maka itu ditanggung oleh pemerintah lewat subsidi dan pertamina.

Untuk mengurangi beban Pertamina, Pemerintah juga sedang menyusun rencana untuk menambah subsidi BBM.

Pemerintahan Joko Widodo selalu mengedepankan kepentingan masyarakat Indonesia dalam setiap Programnya. Melalui pembangunan yang Indonesia Sentris, Jokowi ingin menghapus ketimpangan dan mewujudkan pemerataan di seluruh wilayah NKRI.

(kania-mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS