Habibie Sarankan Pihak Tak Puas Pilpres Patuhi Mekanisme Hukum


JAKARTA – Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie meminta seluruh pihak menantikan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memahami pemenang pilpres 2019. Dalam acara buka bareng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jakarta, Habibie menuturkan pihak luar sering bertanya pada dirinya mengenai pemenang Pilpres 2019.

“Saya kemarin terima utusan besar dari United Arab Emirates, pertanyaan pertama, Pak, siapa yang menang, nomor 1 atau nomor 2,” kata Habibie.

Habibie menyesalkan banyaknya pihak yang kebingungan dampak adanya saling klaim bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu sudah memenangi Pilpres 2019. Ia khawatir pihak yang kalah nantinya akan melakukan perlawanan yang melanggar hukum.

“Itu yang kalah, tidak terima, dia berontak,” ujarnya.

Habibie meminta pula supaya semua pihak mengikuti mekanisme yang berlaku andai merasa dirugikan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Menristek era kepemimpinan Soeharto ini menambahkan bahwa mekanisme solusi sengketa pemilu itu sudah diputuskan dalam undang-undang.

“Kita punya mekanismenya, bila Anda mau mengolah mekanismenya silakan ubah, namun ada peraturannya cara mengubah,” tuturnya.

Tak hanya itu, Habibie pun meminta supaya semua pihak tidak dengan mudah membawa nama Tuhan demi kepentingan kelompoknya. “Tidak ada segelintir memperjuangkan memanfaatkan atas nama Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT untuk memperjuangkan kepentingan dirinya atau grupnya,” kata dia.

Habibie berharap, setelah KPU memberitahukan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti, masyarakat bisa kembali bekerja untuk peradaban bangsa dengan menyerahkan karya-karya nyata.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS