Gus Choi: Penyetting Delegitimasi Bertujuan KPU Tidak Dapat Dipercaya


JAKARTA – Serangan informasi bohong alias hoax yang terus menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga sebagai upaya sistematis mendelegitimasi pemilu.

“Sepertinya ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu melalui opini agar publik tidak mempercayai KPU dan hasil kerja KPU mengenai Pemilu Serentak 2019 khususnya Pemilihan Presiden,” kata Ketua Bappilu Nasdem Effendy Choirie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3).

Serangan hoax terhadap KPU itu di antaranya peredaran video yang menyebutkan ada surat suara di Sumatera Utara sudah tercoblos, surat suara sebanyak 7 kontainer dari China tiba di Tanjung Priok, hingga isu KTP-el untuk orang asing. Semua hoax itu menyudutkan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan KPU.
Road To Senayan

Menurutnya, penyebaran hoaks yang diarahkan ke KPU itu bukan mustahil merupakan sebuah desain besar untuk merongrong kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu, sehingga terjadi delegitimasi hasil pemilu.

Gus Choi, sapaan akrabnya khawatir dalam dua bulan ke depan isu-isu tersebut akan lebih marak dan menimbulkan kesan KPU secara keseluruhan bermasalah.

“Kecurigaan ini beralasan. Sekarang KPU dibidik. Apalagi ada tekanan-tekanan ke KPU Pusat agar melakukan audit IT. Jika tidak bersih, Prabowo akan mundur. Kelihatan sekali ada agenda setting, entah oleh siapa,” ujarnya.

Dia menduga, ada elite yang mulai panik lantaran pasangan calon dan partai yang diusung terancam kalah. Mereka lalu membuat pernyataan seperti seolah kekalahan itu terjadi karena pemilu tidak jujur.

“Narasi seperti ini hanya ingin menjatuhkan kredibilitas penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS