GNPF Tegaskan Bisa Ambil Keputusan Tatkala Prabowo Putuskan Tolak Hasil Ijtima Ulama


JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak  menegaskan  bahwa GNPF juga bisa mengambil keputusan tatkala Prabowo telah mengambil keputusan untuk tidak menerima hasil Ijtima Ulama.

Sosok ulama menurut Yusuf Martak dibutuhkan untuk kepemimpinan Indonesia. Ulama adalah pengayom masyarakat yang bisa membimbing dan memberi nasehat kepada pimpinan negara. Wakil Presiden bukanlah ban serep dari Presiden.

“Karena sudah pernah kita buktikan ulama pengayom masyarakat, bisa mengawal memberikan nasihat agar kepemimpinan tidak berjalan sendiri,” kata Yusuf Martak.

GNPF pun memastikan akan menggelar Ijtima GNPF Ulama II akan  dalam waktu dekat dan akan memasukkan nama alternatif seperti Aa Gym dan Ust Arifin Ilham.

Sebelumnya, Ijtima GNPF Ulama telah dilakukan pada 27-29 Juli lalu di Jakarta memutuskan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2019 dan merekomendasikan dua nama sebagai cawapres pendamping Prabowo, yakni Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Namun Prabowo secara resmi mengumumkan kader Gerindra, Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya. Keputusan Prabowo tersebut mendapat dukungan dari PAN dan PKS, sedangkan Partai Demokrat baru belakangan bergabung  dalam koalisi Prabowo-Sandiaga. Dengan demikian, Prabowo Subianto menolak hasil Ijtima Ulama. (DeWemcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS