Ganjar Tegaskan Kartu Tani Jamin Ketersediaan Pupuk untuk Kelompok Tani


Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu, Ganjar Pranowo mengunjungi sejumlah kelompok tani (poktan) di Desa Sokowaten, Banyu Urip, Purworejo. Dalam kunjungan itu, Ganjar melakukan dialog dengan tema Nguduroso kartu Tani bersama.

Alumnus Universitas Gajah Mada itu, memaparkan mengenai program kartu tani yang diusungnya. Dengan adanya Kartu Tani menjamin ketersediaan pupuk bagi poktan.

Ganjar menuturkan, sebelum ada Kartu Tani, seseorang yang bukan petani boleh membeli pupuk. Hal tersebut menyebabkan stok pupuk berkurang, bahkan langka bagi perani. Tak jarang ada beberapa kasus penyelundupan pupuk terungkap. “Makanya bapak ibu saya buatkan identitas (Kartu Tani). Supaya hanya jenengan, para petani ini yang bisa membeli pupuk,” kata Ganjar melalui keterangan, Kamis (17/5).

Sejumlah keluhan terkait Kartu Tani telah disampaikan oleh petani ke Gubernur Jateng non aktif itu dengan merespon keluhan dengan kerja cepat. Ganjar mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, kebanyakan keluhan berupa minimnya stok pupuk, petani belum ikut poktan, petani belum membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penyuluh yang kurang mengedukasi petani, dan sebagainya.

“Keluhan-keluhan tadi kami respon langsung. Kami kerja cepat, sehingga semua dapat selesai segera,” urainya.

Dalam dialog ini, Ganjar juga membahas penggunaan pupuk berimbang. Dia mengajak para petani tidak sekadar menggunakan pupuk kimia. Menurut Ganjar, penggunaan pupuk kimia secara rutin membuat tanah menjadi rusak. Hasil panen juga tidak sehat.

“Ibarat petinju yang dipukuli bertubi-tubi. Sekarang cacing udah malas di sawah. Mereka mabuk kena bahan kimia terus. Itu yang perlu diperhatikan,” ulasnya.

Sebagai solusi, Ganjar mengajak para petani mulai menggunakan pupuk organik.

“Saya ada sahabat ahli pupuk organik. Namanya Purnomo, orang Kebumen. Kalau jenengan purun (saudara-saudara mau), biar dia ke sini untuk mengajari cara mengolah pupuk organik,” ujarnya.

Anggota kelompok tani Sokowaten, Sanjoyo berminat menggunakan pupuk organik. Dia bersedia belajar mengolah pupuk sesuai saran Ganjar.”Memang masuk akal penjelasan Pak Ganjar tadi. Kami juga paham kalau pakai pupuk kimia terus tidak baik,” tutur Sanjoyo.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS