Ganjar Apresiasi Masyarakat Cilacap Konsisten Jaga Ajaran Leluhur


CILACAP – Calon gubernur Jawa Tengah incumbent, Ganjar Pranowo bertemu dengan Komunitas Penghayat Kepercayaan, Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung, yang memiliki rumah bersama di Jalan Pepaya RT 1 RW 4 Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Sekitar 50 orang penghayat menyambut Ganjar di pasemuan dan dialog berlangsung dengan santai dan penuh kekeluargaan meskipun tanpa pengeras suara.

Ganjar mengapresiasi masyarakat Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung yang konsisten menjaga ajaran dan budaya leluhur. Selain “laku urip” yang menjadi pegangan hidup, kata Ganjar, kerukunan dan saling tolong menolong menjadi budaya yang harus terus disemai.

“Kerukunan itu pangkal kemajuan, kalau tidak rukun, berkelahi terus ya tidak bisa maju, maka tidak ada satu persoalan pun yang bisa jadi alasan untuk tidak rukun, termasuk pemilihan kepala daerah,” ujarnya.

Dalam kunjungn ini, Ganjar juga menyempatkan berkunjung ke PT Wahana Kasih Mulia. Pabrik tersebut mengajar ibu-ibu rumah tangga mengenai keterampilan menjahit dan membuat barang kebutuhan bayi, mulai dari matras, gendongan, bantal, selimut, boneka, hingga baju bayi dengan pasar yang sudah merambah di seluruh Indonesia.

Ganjar juga sempat berdialog dengan manajemen dan karyawan pabrik yang menekankan pentingnya kreativitas dalam membuat sebuah produk. “Ada kesan kreatif di sini, orang yang kreatif itu pasti adaptif, jadi karyawan tidak cukup hanya kerja keras, harus kreatif dan inovatif,” katanya.

Kreativitas juga dibahas Ganjar saat datang di Pondok Pesantren Rubat Mbalong El Firdaus di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja. Di pondok pesantren ini para santrinya dilibatkan dalam berbagai unit usaha, mulai dari pertanian hingga produksi sandal unik dengan merek “Kentir”.

Ganjar adalah salah satu konsumen sandal merek “Kentir” karena sudah memiliki dua pasang yang dibeli ketika berkunjung tahun lalu. Mantan anggota DPR RI itu mengaku senang dengan ponpes inovatif yang diasuh Kiai Haji Muhammad Ahmad Hasan Mas’ud (Gus Hasan) ini.

“Dengan model pendidikan seperti di sini, besok lulus santri datang ke saya bukan hanya bawa proposal minta duit, tapi proposal bawa ide. Syukur sudah mencoba jadi fondasi bisnis sudah ada tinggal dikembangkan, saya bisa bantu dari sisi permodalan,” tutur dia.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS