Foto Harmonis Keluarga Presiden Jokowi Bikin Fadli Zon Kepanasan


JAKARTA TERJITU – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyindir pencitraan yang dilakukan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo, terkait keluarga harmonis.

Pencitraan yang dimaksud ketika presiden Jokowi dan keluarga jalan – jalan di kebun raya bogor pada Sabtu 8 Desember 2018 pagi hari.

Fadli memiliki pandangan, bahwa pencitraan – pencitraan tersebut dilakukan Jokowi untuk mendongkrak elektabilitasnya yang sudah mangkrak.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengomentari sindiran Fadli Zon kepada Jokowi yang dinilai melakukan pencitraan keluarga harmonis dengan memajang foto bersama saat berada di Kebun Raya Bogor pada Desember tahun lalu.

Menurutnya, semestinya Fadli tidak boleh melontarkan sindiran seperti itu, “Jangan begitu dong Fadli, anda kan tahu bahwa keluarga Jokowi itu memang bahagia kok”.

Menurut OSO, apa yang dikatakan Fadli tersebut, seperti tidak mau keluarga Jokowi bahagia. Seharusnya ketimbang mengomentari keluarga orang lain, Fadli introspeksi terlebih dahulu pada keluarganya.

OSO tentu tidak sejalan dengan pendapat Fadli Zon, bahwa foto dipasang di sejumlah media sosial Jokowi tersebut sengaja dilakukan untuk pencitraan. Apalagi alasannya, hanya karena banyak wartawan yang ada di lokasi.

Senada dengan Oesman, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin balik menyinggung pencitraan Fadli Zon lewat puisinya. “Memangnya Pak Fadli Zon setiap saat bikin puisi bukan pencitraan?” ujar Wakil Ketua TKN Arsul Sani.

Arsul menilai bahwa Fadli Zon dalam membuat puisi sarat akan kepentingan politik. Menurut Arsul, karena terlalu sering membuat puisi, Fadli lupa menjelaskan hasil kinerjanya sebagai anggota Dewan.

“Lah memang Pak Fadli Zon bikin puisi itu alami? Kan punya kepentingan politik juga kan, sama aja gitu. Kalau nggak musim pemilu dia nggak bikin puisi, itu satu. Yang kedua, bahkan keseringan bikin puisi dia nggak pernah menjelaskan apa yang telah dia kerjakan selama jadi pimpinan maupun anggota DPR, gitu dong,” ungkapnya.

Menurut Fadli Zon, Terlalu banyak wartawan yang ikut dalam sesi foto tersebut. “Mbok ya sutradaranya lebih bagus dalam merancang pencitraan, misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga yang harmonis di kebun raya bogor. Tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3 nanti di share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan.” Ujar Fadli Zon.

Fadli membandingkan hal tersebut dengan operasi foto di Pilpres Amerika Serikat. Menurutnya, munculnya pencitraan keluarga harmonis dilakukan untuk mendapatkan dampak.

“Kalau dalam teori Photo operation di Pilpres Amerika itu memang ada teorinya. Namanya Photo Ops, memang dia sengaja berikan pencitraan untuk dapatkan impact tertentu bahwa kita ini memang keluarga harmonis. Itu dibikin rapi, sementara ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya,” ucap Fadli Zon.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan pemberitaan soal presiden Jokowi dan keluarganya memang banyak dimuat media belakangan ini. Termasuk munculnya sejumlah foto Presiden bersama keluarga yang tengah diwawancarai wartawan di Kebun Raya Bogor, yang bersebelahan dengan istana Kepresidenen Bogor pada 8 Desember 2018.

“Dapat disampaikan, sebenarnya tidak ada maksud keluarga Jokowi berfoto bersama di depan Wartawan. Namun yang benar, Presiden Jokowi bersama keluarga menerima wawancara bersama dari wartawan istana yang berasal dari berbagai media karena banyaknya permohonan wawancara,” ujar Bey.

Dia mengatakan saat sesi wawancara itu, kebetulan anggota keluarga Jokowi, terkecuali Kaesang Pangarep, sedang berada di Istana Kepresidenan Bogor. Maka Jokowi pun menyetujui permintaan agar mengikutsertakan seluruh anggota keluarganya dalam wawancara itu.

“Dikarenakan padatnya agenda Presiden dan kebetulan seluruh anggota keluarga sedang berada di Bogor, maka diputuskan Presiden menerima wawancara di Grand Garden, sebuah kafe yang terletak di kawasan Kebun Raya Bogor.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Hasto Krisyanto menanggapi santai sindiran wakil ketua partai Gerindra tersebut.

Ia menilai, bahwa Fadli Zon menyindir keluarga Jokowi karena capres jagoannya tak bisa menampilkan citra keluarga harmonis. “Ya karena Pak Fadli Zon dan Prabowo tidak bisa melakukan hal tersebut ujar Hasto.

Hasto juga menegaskan bahwa Jokowi menampilkan keluarga apa adanya kepada publik. Berbeda dengan kubu Prabowo – Sandiaga yang menurut Hasto kerap bersandiwara.

Selama ini celotehan dari Fadli Zon memang kerap mengkritik Jokowi secara tidak proporsional. Tercatat Fadli juga pernah menyindir Sri Mulyani saat menteri keuangan itu didapuk sebagai menteri terbaik di dunia oleh World Government Summit, beberapa waktu lalu.

Selain itu Fadli juga sempat mengkritik Jokowi yang mengendarai motor Chopper. Dimana Fadli menyebutkan bahwa hal tersebut sekadar gimmick politik milenial.

Tercatat Fadli Zon juga pernah menyindir hobi Presiden Joko Widodo yang gemar memberi makan ikan dan melepas Kodok. Sindiran tersebut dilontarkan Fadli Zon “Daripada Jokowi sibuk kasih makan ikan dan melepas kodok, lebih baik selesaikan dulu persoalan menteri di kabinetnya,” ujar fadli.

Pernyataan yang terkesaan menyindir Jokowi sontak membuat anggota DPR Komisi III dari Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa geram. Ia pun menyindir balik Fadli Zon yang memiliki Hobi swafoto. (jtj)

 

Foto Harmonis Keluarga Presiden Jokowi Bikin Fadli Zon Kepanasan

Oleh : Aldia Putra, Pengamat Sosial Politik

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS