Dukung Keputusan Sidang MK Tanpa Makar Demi Persatuan Dan Kemajuan Bangsa


 Oleh: Muhammad Martin Abdullah (Blogger/Mahasiswa Unas Jakarta)

 

Pelaksanaan Pemilu 2019 ini, dinilai oleh banyak pihak sudah berjalan baik secara prosedural dan substansial walau tetap terus-menerus disempurnakan pada pelaksanaannya di waktu-waktu mendatang. Pemilu baik secara prosedural jika prasyaratnya sudah terpenuhi dan pemilu berhasil secara substansial jika tujuannya tercapai.

Prasyarat pemilu menggariskan adanya kebebasan dalam memilih, terwujudnya partisipasi masyarakat dan arena berkompetisi politik yang berintegritas. Variabel-variabel tersebut umumnya sudah terpenuhi, namun jika ada pihak yang tidak puas, maka seharusnya tidak mengambil langkah-langkah inkonstitusional yang berujung kerusuhan seperti peristiwa 21-22 Mei. Apalagi dibumbui dengan tindakan rencana kejahatan merusak tatanan demokrasi yang telah menjadi kesepakatan bangsa kita.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan pelaksanaan pemilu adalah terpilihnya pemimpin terbaik yang menjadi kehendak rakyat, pemimpin amanah yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan serta membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju arah yang lebih maju dan beradab di masa depan.

Pengumuman Pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU masih terhambat karena konstestan Pilpres 02 mengajukan gugatan sengketa ke MK. Untuk itu, semua pihak harus menghargai upaya konstitusional tersebut daripada menempuh upaya yang melawan hukum dan merusak NKRI. Proses gugatan secara hukum haruslah disertai bukti bukti yang valid dan rasional serta jangan membangun narasi-narasi yang bertujuan mendelegitimasi penyelenggara atau hasil pemilu tersebut. Apapun nantinya yang menjadi keputusan MK, mari kita semua menerimanya dengan damai. Tidak perlu melakukan upaya – upaya inkonstitusional seperti makar yang jelas merusak rasa persatuan dan demokrasi bangsa ini.

Untuk itu diperlukan peran serta semua pihak untuk tetap menjaga keseluruhan proses demokrasi Pemilu 2019 ini menjadi Pemilu yang berintegritas. Tak terkecuali bagi penyelenggara dan peserta pemilu, dalam hal ini Capres-Cawapres harus berkomitmen menjaga situasi kondusif hingga semua rangkaian Pemilu selesai. Tidak ada dusta dan tidak ada makar diantara demokrasi kita. Siapapun boleh jadi Presiden tapi harus melalui mekanisme dan proses demokrasi yang bermartabat dan damai. Karena hanya dengan pemilu berintegritas, demokrasi dapat kian dipercaya warga sebagai sistem dan proses politik yang lebih baik dibandingkan dengan sistem lainnya. Dengan demikian, tujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dapat tercapai secara berkualitas dan berintegritas.

Integritas, transparansi, akuntabilitas, efektivitas, partisipasi, tata kelola dan tata aturan hukum yang merupakan inti dalam prinsip demokrasi yang baik, harus terus ditingkatkan dan dijaga dari waktu ke waktu. Selain itu, komitmen dari semua pihak juga penting untuk terus ditingkatka. Wujud sebagai bangsa bermartabat, bukan dengan aksi-aksi barbar yang menabrak dan membunuh sendi sendi demokrasi.

Salah satu komponen negara yang mampu membuat gelaran Pemilu 2019 ini berarti dan bermanfaat bagi keberlangsungan bangsa Indonesia adalah rakyat itu sendiri. Untuk itu siapapun presiden yang terpilih maka pemenangnya adalah rakyat Indonesia. Mari dukung hasil keputusan sidang MK dengan bergandengan tangan guna merajut kembali persatuan untuk melanjutkan pembangunan Indonesia menuju kemajuan bangsa.

Pemerintah dan penyelenggara serta komponen bangsa lainnya bersama sama secara aktif memberikan literasi guna menyadarkan rakyat Indonesia bahwa kita semua bersaudara, meskipun berbeda Suku, Agama, Ras dan Bahasa, kita harus menerima siapa pun yang nantinya akan duduk di kursi pemerintahan.

Sudah seyogianya kita semua bangsa Indonesia saling merangkul dan menumbuhkan kesadaran di dalam diri kita semua bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin Indonesia, pemenangnya adalah rakyat Indonesia. Mari bersatu dukung hasil Pemilu demi melanjutkan pembangunan nasional menuju Indonesia yang semakin maju dan disegani bangsa lain. (*)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS