Dirut Waskita Salahkan Percepatan Infrastruktur Soal Kecelakaan Girder LRT


JAKARTA – Pernyataan Direktur Utama Waskita, M. Choliq mengenai jatuhnya girder dari proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome pada Senin (22/1) dinihari dinilai tidak tepat dan bijak. Choliq menyatakan jatuhnya girder adalah kecelakaan kerja dan pembangunan infrastruktur yang berlangsung cepat.

“Kita tahu bahwa pembagunan infrastruktur sekarang ini kecepatannya mungkin berkali-kali lipat. Saya kasih ilustrasi, kalau naik motor kecepatan 40 km per jam dengan yang 140 km per jam, kemungkinan kecelakaan terbesar tentu motor yang kecepatan 140 km per jam. Nah, sama dengan proyek ini,” kata Choliq, yang ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/1).

Ia membandingkan pengerjaan infrastruktur sebelumnya. Dalam setahun, Waskita hanya memasang puluhan batang box girder. Namun, akibat gencarnya pembangunan infrastruktur, Waskita memasang hampir 7.000 box girder pada 2017.

Pernyataan Choliq ini sangat tendensius. Ia seharusnya memahami jika permasalahan safety dalam pengerjaan proyek sepenuhnya merupakan tanggung jawab perusahaan konstruksi. Sebab pada dasarnya seluruh proyek pembangunan akan dituntut mengikuti timeline dari konsumen yang sudah ditentukan. Dengan persetujuan kerja yang terjalin, maka perusahaan telah menyatakan kesanggupan untuk menjalankannya dengan aman dan profesional.

Selain itu, keselamatan kerja dan teknis bukan menjadi beban pemerintah. Seharusnya Choliq sebagai pihak konstruksi segera melakukan investigasi dan evaluasi agar hal yang sama tidak terulang kembali.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS