Diperiksa Polisi Kasus Dana Kemah, Dahnil Malah Playing Victim


JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak diduga terlibat kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan menerangkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Dahnil.

Dalam pemeriksaan itu, Dahnil disebutkan mengembalikan dana sebesar Rp 2 miliar ke Kemenpora selaku pihak yang menyediakan anggaran.

“Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora,” ujar dia ketika dikonfirmasi, Jumat (23/11).

Dia kemudian menuturkan, Kemenpora telah menyediakan dana sebesar Rp 5 miliar untuk kegiatan itu. Dana itu diserahkan ke PP Pemuda Muhammadiyah dan GP Anshor selaku pihak yang mengajukan proposal.

“Untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp 5 miliar, dibagi jadi dua proposal,” terang dia.

Namun dia belum memerinci lebih dalam, apa alasan dari pengembalian dan berapa nilai anggaran yang sebelumnya diterima PP Muhammadiyah.

Diketahui, Polda Metro Jaya menaikkan status kasus dugaan penyelewengan dana acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ke tahap penyidikan.

Status kasus dinaikan setelah penyidik menggelar perkara bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dari situ diduga ada unsur tindak pidana karena ditemukan kerugian negara.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Ahmad Syafii Maarif mendukung upaya penegakan hukum terhadap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahni Anzar Simanjuntak, dalam kasus dugaan penyelewengan dana kegiatan apel pemuda Islam.

“Saya kira polisi sudah sesuai itu, lanjutkan saja prosesnya,” ujar Buya.

Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menyebut, untuk membuktikan ada tidaknya penyelewengan penggunaan anggaran harus dilakukan debgan mekanisme hukum, yang dilakukan kepolisian.

“Itu cara terbaik. Harus dibuktikan melalui proses semestinya, yaitu penegakan hukum,” ucapnya.

Anggota Dewan Etik MK itu tidak melihat pemanggilan dua kader Muhammadiyah, yakni Dahnil dan Ahmad Fanani, berdampak negatif pada Persyarikatan Muhammadiyah secara keseluruhan. Namun begitu, dia berpandangan Muhammadiyah harus dibersihkan dari oknum-oknum nakal tidak bertanggungjawab.

“Kalo mengganggu (nama baik) Muhammadiyah saya kira tidak ya. Masyarakat kita sudah cerdas. Tapi harus tetap Muhammadiyah dibersihkan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab,” jelas Buya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jumat kemarin memanggil Ketua Umum PP Pemuda Dahnil Anzar dan salah satu ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani (ketua panitia lokal) untuk dimintai keterangan sebagai saksi dugaan penggunaan anggaran Apel Pemuda Islam, yang digelar Desember 2017 lalu. Bersama GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah bersinergi dengan Kemenpora menggelar kegiatan apel.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS