Catat! Pertemuan Presiden Dengan Pengurus PSI Tidak Membicarakan Tentang Politik Praktis


Jakarta – Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi)  di Istana Negara pada Kamis (1/3) mendapat opini negatif dari Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay.

Padahal, pertemuan tersebut adalah hal yang wajar dan hanyalah untuk bersilaturahmi sehingga tidak perlu diributkan, apalagi oleh partai pendukung pemerintah.

 

Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung selama sekitar 90 menit itu hanya sebagai ajang silaturahim biasa antara beliau dengan PSI sebagai parpol pendukung.

Pertemuan berlangsung berlangsung dengan santai tanpa membahas politik praktis antara keduanya pada Pilpres 2019 mendatang.

Sebagai pemain baru dalam dunia politik, PSI melalui Grace Natalie meminta saran kepada Presiden Jokowi mengenai cara mengelola Parpol dalam konteks transisi demokrasi di Indonesia.

Hal ini merupakan pembelajaran politik agar PSI dapat berkontribusi membangun demokrasi yang berkeadilan dan sesuai dengan semangat pembangunan bangsa.

Pengurus PSI, Grace Natalie mengatakan bahwa PSI sudah menyatakan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019 sejak setahun lalu, sebelum partai politik lainnya mendeklarasikan dukungan ke kepada Presiden Joko Widodo.

Pertemuan Kepala Negara dengan partai politik adalah hal yang wajar dan tidak perlu diributkan.

Sebaiknya PAN tidak memperkeruh situasi politik dengan menghembuskan kabar yang menggiring opini masyarakat bahwa pemerintah tidak netral.

Sebagai partai pendukung pemerintah, seharusnya PAN memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas sosial politik bukan justru menyebarkan opini negatif yang bias tentang pemerintah.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS