Buku Hitam Setnov Sebut Keterlibatan Ibas dalam Kasus e-KTP


JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto (Setnov) diminta membongkar sejumlah politisi salah satunya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas diduga terlibat dalam proyek yang disebut-sebut merugikan uang negara Rp2,3 triliun itu. Setnov disarankan membuka nama sejumlah politisi dalam persidangan.

“Jika Setya Novanto memang mempunyai bukti tentang keterlibatan Ibas, disampaikan saja di persidangan. Tapi disertai bukti-bukti tentang keterlibatan Ibas,” kata peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) FH UGM, Fariz Fachryan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Nama Ibas jadi pembicaraan karena buku hitam yang selalu dibawa Setnov tersingkap saat Setnov menghadiri sidang lanjutan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

“Karena melihat dari keterangan saksi lainnya, penyebutan Ibas hanya dilakukan oleh Setnov,” ujar Fariz.

Fariz berharap Setnov terbuka dan tidak menutupi keterlibatan Ibas atau pihak lainnya dalam perkara itu. Ia mendesak Setnov mengungkap semua politisi yang diduga terlibat dalam korupsi yang menelan biaya Rp5,9 triliun.

Seperti diketahui, menjelang sidang lanjutan pada Senin, 5 Februari 2018, Setya Novanto sempat membuka buku catatannya yang bersampul hitam. Awak media yang mengerumuninya melihat isi buku itu. Pada salah satu halaman buku tersebut, tertulis nama Nazaruddin dan Ibas. Di atas dua nama itu, tertulis justice collaborator.

Nama Nazaruddin berada persis di bawah tulisan justice collaborator. Di bawah nama Nazaruddin, Setya menggambar dua tanda panah. Tanda panah pertama berwarna hitam dan tertulis nama Ibas. Ada juga tanda panah berwarna merah di bawah nama Ibas dan tercantum angka USD 500 ribu.

Nama Nazaruddin disebut berkali-kali dalam sidang kasus e-KTP. Ia disebut membagikan jatah uang proyek e-KTP kepada sejumlah anggota Komisi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS