Awas! Tubagus Alghazi Angkat Politik Identitas Untuk Fitnah PDIP


Jakarta – Jelang tahun politik, Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) dihadapkan dengan bebagai macam isu, mulai dari isu PKI hingga Isu Sara.

Beredarnya sebuah tulisan di medsos berjudul ‘Warga Riau Ramai-Ramai Menolak Gubernur Yang Diusung PDIP’ yang ditulis oleh Tubagus Alghazi merupakan suatu bentuk kampanye hitam untuk menjatuhkan partai politik tersebut.

Tulisan tersebut merupakan bentuk framing negatif kepada PDIP yang diambil berdasarkan komentar dari sebuah postingan status milik akun Facebook Andi Rachman (Gubernur Riau) terkait keputusannya untuk maju dalam Pilkada melalui koalisi Partai Golkar dan PDIP.

Jelang tahun politik, penyerangan terhadap PDIP baik di dunia nyata maupun di dunia maya makin masif dengan berbagai isu mulai dari isu PKI hingga isu SARA oleh pihak-pihak yang tentu saja memiliki kepentingan tertentu, dalam hal ini untuk menjatuhkan PDIP.

Ternyata, PDIP dianggap sebagai lawan politik yang tangguh sehingga dengan mengangkat politik identitas melalui isu SARA pihak oposisi berharap untuk menggembosi suara pemilih jelang Pilkada.

Politik Kotor yang dilakukan dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah-tengah masyarakat yang sedang menanti datangnya Tahun Politik, yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Kemajuan teknologi masa kini kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik kotor mereka. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk bisa lebih cerdas dan bijak dalam menelaah setiap informasi yang ada mengingat kemudahan yang diberikan teknologi saat ini untuk membuat dan menyebarkan informasi provokatif.

Komisi Pemilhan Umum (KPU) secara tegas telah menyampaikan bahwa peserta pemilu yang melontarkan hatespeech melalui beragam modus karena berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat akan didiskualifikasi karena melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian atau hatespeech.

 

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS