Awas! HTI Incar Kursi Parlemen Dengan Mendukung PBB


Jakarta – Mantan jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menyatakan bahwa HTI akan sepenuhnya mendukung PBB karena dinilai sebagai partai Islam yang berada di bawah komando Yusril Ihza Mahendra yang selama ini terang-terangan memberikan pembelaan dan dukungan terhadap HTI.

Padahal, seperti yang diketahui bersama bahwa HTI telah secara resmi dibubarkan pemerintah karena kegiatan dan ajarannya terbukti bertentangan dengan Pancasila dan selalu menimbulkan keresahan serta kegaduhan di masyarakat.

Pencabutan dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan

Pasca HTI dibubarkan, manuver untuk tetap menegakkan khilafah di Indonesia tidak pernah berhenti.

Mereka secara nyata didukung oleh Partai Bulan Bintang (PBB ) yang setelah menang gugatan dari KPU menyatakan siap menjadi oposisi dan akan menampung HTI sebagai kader partai.

Kondisi tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk dapat membubarkan PBB karena identik dengan HTI yang menolak Pancasila.

Massa HTI selama ini terkenal sebagai Golput dan tidak menggunakan suara nya dalam Pemilu.

Dukungannya kepada PBB menunjukkan bahwa HTI tidak menghormati putusan pemerintah yang telah menyatakan bahwa khilafah dilarang di Indonesia. Mereka merupakan ancaman bagi ketahanan nasional.

Ismail Yusanto sendiri membenarkan bahwa sudah ada pembicaraan antara kader HTI dengan PBB terkait keikutsertaan di pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Adanya kesepakatan HTI dan PBB untuk menegakkan syariah Islam di Indonesia merupakan sebuah pengkhianatan besar dari PBB sebagai partai politik yang seharusnya memiliki landasan sesuai dengan dasar dan ideologi bangsa.

HTI merupakan duri dalam daging karena sebagai WNI kelompok tersebut justru berupaya mendirikan sistem ketatanegaraan yang bertentangan dengan konsesnsus final seluruh masyarakat Indonesia, bahkan menggaungkan untuk mengganti kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS