Artikel Provokatif Ini Kaitkan Penembakan Mahasiswa dengan Politik


JAKARTA – Peristiwa penembakan Fernando yang disebut pengawal Prabowo dan kader partai Gerindra oleh anggota Brimod Kelapa Dua dikaitkan dengan politik. Dalam artikel yang ditulis Martimus Amin, Pengamat Hukum dan Politik The Indonesian Reform, penembakan dibelokkan menjadi penzoliman terhadap Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan memfitnah pemerintah.

Martimus mengatakan, penembakan merupakan teror terhadap Prabowo. Ia menulis Prabowo sosok pemimpin yang ditakuti dan sanggup menghalangi sepak terjang dan kegilaan rezim yang ingin menjerumuskan negara dan bangsa dalam kebangkrutan total.

Ia juga menyebut, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk membendung langkah Prabowo, seperti kejadian Novel Baswedan disiram dengan air keras, kriminalisasi ulama dan aktivis yang vokal.

Sejumlah kejadian itu dinilai tidak mampu menahan laju Prabowo, pemerintah kemudian melakukan teror tembak pengawal Prabowo sebagai pesan agar Prabowo menyerah.

Artikel Martimus ini propaganda negatrif terhadap pemerintah. Sangat tidak tepat mengaitkan sejumlah tindak kriminal di Indonesia sebagai upaya untuk menjegal langkah Prabowo dalam dunia politik.

Kasus penembakan terhadap Fernando terjadi karena percekcokkan, sehingga masyarakat hendaknya tidak mengaitkan hal tersebut dengan politik.
Artikel ini hanya upaya untuk menarik simpati dan memprovokasi masyarakat dengan menempatkan diri sebagai korban.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS