Artikel Mobil Esemka yang Ditulis Anja Aliscan Provokatif


JAKARTA – Upaya pemerintah untuk mensosialisasikan karya anak bangsa melalui mobil esemka dipandang negatif oleh sebagian orang. Anja Alisjan yang mengatasnamakan dirinya moderator Peduli Tanah Air, menulis artikel yang provokatif atas mobil Esemka.

Dalam tulisannya, Anja mengatakan merupakan proyek senjata makan tuan. Ia kemudian mengutip pernyataan Sukiyat, yang mengembangkan prototype mobil Esemka.

Sukiyat disebut merakit mobil tersebut untuk siswa Esewmka Trucuk. Namun ketika mobil hasil rakitan tersebut dibawa ke Solo untuk dipamerkan di SMK 2, Solo, dan diklaim calon mobil nasional oleh walikota Solo, Joko Widodo, awal dari masalah.

Anja kemudian menuding Jokowi membawa temuan mobil Esemka sebagai alat politik. Mobil tersebut menjadikan nama Jokowi nasional untuk diorbitkan menjadi cagub DKI Jakarta dan berhasil. Kelompok perekayasa juga disebut belum kesampaian untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden. Itu merupakan puncak settingan rekayasa Jokowi.

Tulisan Anja cukup tendensius. Dibalik upaya pemerintah untuk memajukan dan mendorong penemuan siswa, ia menuding pemerintah justru dengan fitnah. Dengan mengatakan mobil Esemka merupakan alat politik hingga tudingan kedekatan pemerintah dengan pengusaha Cina.

Berikut isi tulisan lengkap Anca:

“DONGENG DARI MOBIL NASIONAL YANG BERNAMA ESEMKA”

Mungkin gak ada yang menyangka bahwa mobil esemka itu senjata makan tuan. karena udah bawa esemka, mau gak mau maka proyek esemka harus dijadiin walaupun mirip cerita membangun seribu candi dalam 1 malam.

ibarat menggoda anak sekolahan, ajak dia nonton, main ke mall. trus menginap di puncak satu malam dengan bumbu percintaan ala anak muda. gak taunya itu anak sekolahan HAMIL….! menuntut minta dinikahi karena di janjikan surga saat memadu kasih. orang tua si gadis gak terima kalau anaknya hanya jadi pelampiasan nafsu sesaat.

sukiyat adalah seorang montir di bengkel biasa miliknya. menerima kunjungan anak sekolahan dengan mimpi merakit sebuah mobil. sukiyat tentu saja mau karena ada bayaran atas bantuan dirinya, dan ini bisa juga mengangkat nama bengkelnya di solo.

sukiyat gak ada berangan membuat mobil nasional, karena tujuannya hanya merakit mobil dengan membuat sasis sendiri. untuk yang lain, sukiyat membeli di toko spre part yang ada.

“Yang betul-betul saya buat sendiri adalah chasis dan body mobilnya,” ujar Sukiyat dalam wawancara dengan Espos di kantornya, Sabtu (3/3/2012).

Sukiyat mengaku bahwa mobil yang dirakitnya menggunakan sejumlah komponen dari mobil lain. “Mana bisa Indonesia memproduksi gigi transmisi, sehingga saya beli komponen buatan Cina di Surabaya,” ujar Kiyat lagi.

Menurut Sukiyat, sebetulnya proyek SMK itu sudah macet pada tahun 2002, karena kekurangan biaya. Namun, setelah dia terjun dan memberi kesempatan kepada para siswa SMK Trucuk untuk praktek kerja, barulah proyek perakitan ini bisa berjalan kembali.

“Masalah muncul ketika mobil hasil rakitan ini kemudian dibawa ke Solo untuk dipamerkan di SMK 2, Solo, dan kemudian diklaim sebagai (calon) mobil nasional oleh Walikota Solo Jokowi,” beber Kiyat lebih jauh

“Mobil itu hanya hasil praktek sejumlah siswa Esemka Trucuk. Jadi saya juga bingung dan kaget kalau kemudian mobil Esemka ini diklaim sebagai mobil nasional.” cerita sukiyat

Jokowi dan team hebat dibelakangnya kala itu melihat mobil esemka di ajang pameran seperti melihat seorang gadis desa yang ayu dan bisa di orbitkan jadi artis. Tinggal memoles sedikit, maka bisa orbitkan si gadis desa seperti princes syahrini yang terkenal.

Semuanya serba kebetulan. Saat Jokowi butuh sensasi untuk obral nama, maka munculah mobil Esemka di depan mata. Team Jokowi menjadikan mobil Esemka ibarat anak tangga untuk naik keatas. Populerkan Esemka sebagai hasil karya anak bangsa dan buatlah sensasi atas kelahiran mobil ini pada publik. Biarkan media memoles beritanya tiada jemu.

Mobil Esemka pun di gemborkan dan di gadang2kan sebagai mobil nasional. Sukiyat terkejut dengan rencana itu, Sukiyat sangat tau isi dapur Esemka ini. Mana mungkin mobil yang hanya rakitan dengan perkakas dr mobil lain di jadikan Mobil nasional? Nama Sukiyat di pertaruhkan, maka itu dia harus kabarkan pada publik bahwa Esemka tidaklah seindah omongan Jokowi.
Efek berita dr Sukiyat, dirinya di tendang dr program mobil itu. Nama kiat Esemka yang ia bawa ke pameran di rubah, hapus nama kiat( dari nama Sukiyat) tinggalah ESEMKA yang wajib di populerkan. Sukiyat banyak menerima ancaman dan teror atas berita yang ia bocorkan pada publik.

Miris cerita Sukiyat…

Menurut Abah pitung (penulis kompasiana) di tahun 2014, Sebenarnya mobil-mobil yang dipamerkan dengan sebutan buatan pelajar SMK dengan merek “ESEMKA” adalah buatan pabrik mobil “Foday Automobile Co.,Ltd” yang bermukim di Boai Road East, SHISHAN TECHNOLOGICAL & INDUSTRIAL PARK B, NANHAI DISTRICT, FOSHAN CITY, GUANGDONG, China. Lucunya untuk meyakinkan seluruh penyaksi mobil ESEMKA tutup blok mesin dibuat dengan nama ESEMKA yang seolah-olah memang benar-benar buatan para pelajar SMK bersama Bengkel Sukiyat.

Para media yang saat itu tidak menyadari, meliput secara gencar pemberitaan ESEMKA dan Jokowi-pun dengan didampingi supir, mengenderai mobil tersebut dari Solo ke Jakarta untuk dilakukan test mesin dan kaki-kaki, bodi mobil untuk mendapatkan kelayakan layak jalannya kendaraan tersebut.

Ternyata dalam test drive mendapatkan masalah dalam mesin tentang hasil emisinya. Pada saat itu, hampir seluruh masyarakat mengaguminya dan malah banyak yang memesan mobil tersebut. Kita juga curiga mengapa sangat banyak yang memesan malah sampai ribuan mobil, tidakkah ini sebagai rekayasa terencana dari suatu kelompok untuk mengangkat popularitas Jokowi saat itu sebagai Walikota Solo.

Kita semua juga berdecak heran, kenapa bisa begitu cepat pelajar SMK bisa membuat mobil atas gagasan dan motivasi pribadi Jokowi katanya. Belakangan mulai terdengar adanya seorang pebengkel bernama Sukiyat dibelakang kehadiran dan perakitan ESEMKA yang direkayasa itu. Dan Sukiyat juga yang membongkar bagaimana mobil Esemka seperti dimainkan dalam politik.

Mobil ESEMKA inilah yang mencuatkan nama JOKOWI menasional. Menyimak dan menimbang kenyataan rekayasa mobil ESEMKA ini, memang ada pihak-pihak tertentu yang merekayasa pencuatan Jokowi untuk diorbitkan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dan berhasil. Setelah berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta, rupanya kelompok perekayasa ini belum kesampaian untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden dan rupanya inilah yang merupakan puncak settingan rekayasa Jokowi.

Mobil Esemka seperti sebuah hubungan yang kebablasan. Karena udah kadung berjanji, maka wajib di tuntaskan walau persiapan apa adanya. Kedekatan dengan para pengusaha Cina bisa di manfaatkan untuk memfasilitasi jadikan mobil Esemka seperti janji dulu.

Kerjasama dengan mobil China pun di lakukan. Para pengusaha taipan sepertinya di wajibkan dukung program Esemka demi sebuah harga diri jokowi. Bahkan pembangunan yang katanya PABRIK Esemka pun di bantu oleh pengusaha yang mendukung Jokowi jadi gubernur DKI dan presiden. Kabarnya, ada 60 orang para pengusaha ditambah dengan para pengusaha yang terlibat dalam kasus BLBI dahulu sedang mempertaruhkan kekuatan modal mereka didalam proyek esemka. betul atau tidak…anggap aja keterlibatan pengusaha itu adalah HOAX. hehehehehe…

Esemka mendapatkan tempat di daerah Jawa barat untuk lokasi pabrik mereka. Lahan ini sebelumnya milik mobil Geely (merk mobil China)

Mobil Esemka pabriknya saja belum rampung 100% tapi kabarnya sudah ada pesanan 7000 unit. Warbyasah…dan beredar penampakan Esemka digdaya di jalanan yang mirip dengan mobil FODAY keluaran China. Mencoba berpikir positif saja.

Mungkin saja mobil Esemka ini pembuatannya di bantu oleh JIN seperti membangun candi dalam cerita wayang. Pabrik belum ada, tapi sudah banyak produksi hingga negara China impor ke kita. Kabarnya, mobil FODAY di China Itu adalah mobil Esemka yang kita punya.
Esemka kirim ke China, lalu orang China ubah merk Esemka menjadi FODAY. Kemudian, distributor China mengekspor Esemka itu ke negara lain dengan nama FODAY. Saking gobloknya orang china, mereka bahkan pasarkan FODAY ke indonesia juga dan di ganti merk ke esemka…#ehhhh..?

Finally…..

Jadi, jangan mikir yang enggak2 ya. Indonesia ini memang hebat sejak Jokowi memimpin. 3 tahun ia memimpin kita bisa produksi mobil nasional bahkan bisa ekspor ke China. Bayangkan sampai China saja re-branding merk Esemka ke FODAY. FODAY lah yang meniru Esemka, bukan Esemka yang meniru Foday. Pahamkan sayang…..?

Banggalah menjadi Rakyat yang BODOH, karena kebodohan itu akan membuat kita yakin bahwa mobil nasional itu benar NYATA saat ini.

Mobil nasional dalam sebuah dongeng malam ini…

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS