Anies Basweden: Saya Secara Subjektif Memilih Pak Jokowi


Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweden mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkompeten, bersih dan bisa mendorong kebaruan, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam video yang berdurasi 5 menit, Anies Basweden berpendapat bahwa adalah sesuatu yang aneh jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituding punya masalah agama.

“Isu yang diarahkan adalah isu yang menjadi kelemahan Prabowo, Hal tersebut dikarenakan Prabowo berasal dari keluarga yang bukan semuanya beragama islam, tapi justru Jokowi yang dituding,” ujarnya dalam video tersebut.

Anies menungkapkan bahwa ini merupakan suatu taktik kampenye gelap yang berbahaya.

“Pada bulan Mei tidak ada yang mengasosiasikan Prabowo dengan kekuatan atau kebangkitan islam. Sesudah adanya koalisi dengan partai2 islam baru label tersebut muncul mendadak.” kata Anies.

Menjadi pertanyaan, jika menggunakan isu agama atau etnis  dalam kompetisi Pilpres, keduanya bukan tokoh organisasi islam, tapi mendadak digunakan frame tersebut.

Dari dulu, lanjut Anies, yang didiskusikan adalah perangi korupsi, masalah pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, energi… masalah sebelum Pemilu. Namun, menjelang harinya tema-tema tersebut yang penting untuk Indonesia diubah dan dibalik, mendadak hasil kampanye hitam jadi patokan untuk memilih. Setelah Pilpres selesai tema yang membuat bermusuhan pun akan terlupakan.

Anies mengajak untuk kembalikan Pilpres soal menjalankan pemerintahan dengan baik. Pertama kompeten, kedua bersih dan yang ketiga bisa menawarkan kebaruan.

“Saya secara subjektif memilih pak Jokowi, tapi jika anda yakin dengan pak Prabowo, tunjukkan bahwa itu adalah pilihan yang lebih baik, tunjukkan dimana letak kompetensinya, bersih, bisa menawarkan kebaruan, ” tegas Anies.

Anies menyatakan yakin dengan Jokowi karena berkompeten, bersih, dan bisa mendorong kebaruan.

“Jangan dipilih secara emosional karena sms , bbm yang faktanya tidak terbukti, tapi karena kita tahu persis ini yang dibutuhkan Indonesia, ” ujar Anies mantap.

Ketika memilih, ingat, siapa yang bisa lebih baik, siapa yang bisa lebih melakukan terobosan, siapa yang bisa membuat kita yakin penegakkan hukum akan jalan terus tanpa beban.

“Jangan semata-mata ambil pilihan karena emosi, tapi ambil pilihan karena sadar bahwa ini bersih, ini kompeten, ini bisa melakukan terobosan atau hal-hal lain yang terkait dengan Indonesia ke depan.

“Dengan begitu, anda bisa bilang, saya memilih orang tepat karena mereka akan dipilih untuk menyelesaikan masalah di Indonesia, bukan memuaskan emosi di hari pemilu, ” pungkas Anies.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS