Agenda Tersembunyi Dibalik Ulama-Ulama Prabowo-Sandiaga


Jakarta – ‘Prabowo itu Islamnya gak jelas, kata Habib Rizieq’ . Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Partai Bulang Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra dalam video berdurasi sekitar 3 menit yang viral di media sosial.

Yusril mengutip perkataan Habib Rizieq Shihab bahwa Keislaman Prabowo tak jelas, karena itu harus ada ulama yang mendampingi Prabowo. Ijtima Ulama yang digaungkan Rizieq Shihab ditolak oleh Prabowo dengan lebih memilih Sandiaga ketimbang Ustaz Somad atau Habib Salimdari. Prabowo memilih golongan pedagang yang secara materi memang bergelimang namun tak jelas juga secara agama.

Dalam video tampak Yusril memberikan penjelasan pada pewawancaranya.

Ada keputusan apa namanya, ijtima ya seperti itulah, Pak Prabowo kemudian wakilnya suruh pilih salah satu, Ustaz Somad atau Habib Salim. Tapi setelah itu ya saya komunikasi sama Habib Rizieq. Bib ini gimana ceritanya ya. Habib Rizieq bilang sama saya, ‘Ya sengaja kita harus pasang ulama, Prabowo itu Islamnya gak jelas, gitu katanya Habib Rizieq, kan saya bisa telpon-telponan sama Habib Rizieq.” kata Yusril dalam video.

Jadi gimana ini, Bib. Kok yang dipilih malah pedagang. Ya sudah kita bikin ijtima yang kedua, kata Habib Rizieq. Bikinlah ijtima yang kedua.” lanjutnya, “Tapi ternyata ya ijtima yang kedua ya isinya seperti itu. Dan tanpa banyak diskusi, saya dengar lho Pak Yusril kok dukung Jokowi? Berarti dukung penista agama dong? Saya bilang yang menista agama itu kan si Ahok. Ahok itu kan sudah dihukum. Ahok itu siapa yang mengangkat, yang gede-gedein dia jadi wakil gubernur? Kan Prabowo.”

“Ah masa? katanya. Terus saya kasih upload nih video nih. Ada Prabowo lagi begini, Jokowi di sini, Ahok pakai baju kotak-kotak. Emang kamu udah lupa ya? Saya bilang saya kenal Ahok, saya kan orang sekampung sama si Ahok. Jadi kita gak setuju Ahok jadi gubernur. Tapi ketika Ahok sudah menista agama, Prabowo kan gak bisa nurunin Ahok sendiri. Dia panggillah umat Islam rame-rame. Muncullah di Istiqlal, 212.” sebut Yusril.

Menurut Yusril, Ijtima yang dilakukan ulama tersebut hanya sebuah acara kumpul-kumpul yang tak memiliki daya ikat dan kekuatan hukum. Ijtima juga lebih condong kepada kepentingan politik. Terlebih Prabowo yang dijagokan malah lebih memilih Sandiaga yang tak memiliki latar belakang agama yang kuat.

Para ulama yang berada dibalik Prabowo-Sandi hanya menjadikannya tameng atau kendaraan untuk memuluskan agenda tersembunyi. Banyak diantara Ulama yang berdiri di belakang Prabowo-Sandi, terbukti menuai kasus, bahkan ada yang berstatus DPO. Memang sulit untuk bersembunyi dari status tak elok seperti itu, meskipun memiliki label Ulama.

Model kampanye ulama-ulama tersebut pun tak lebih dari rentetan ujaran kebencian, bahkan kepada para pemimpinnya sendiri yang seharusnya dihormati dan dijaga marwah dan derajatnya. Aksi-aksi yang digelar kelompok 212 adalah politis berkedok keagamaan. Secara tak langsung, ulah para ulama yang berada di belakang Prabowo-Sandi telah mendegradasi definisi ulama menjadi ke arah negatif dan jauh dari kesejukan seperti sebelumnya.

(rene/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS