Ada Wacana Interpelasi Akibat Kebijakan Anies Tabrak Aturan Dan Rugikan Rakyat


Jakarta – Saat ini suara arus bawah menginginkan Gubernur DKI Jakarta Anies Basweden dan Wakilnya Sandiaga Uno diganti karena dipandang tidak mampu mengurus Jakarta.

Kebijakan-kebijakan Anies-Sandi dinilai banyak pihak sering kontraproduktif dan kerap melanggar Perda dan aturan lain yang sudah berlaku sebelumnya sehingga menimbulkan kekacauan dan banyak masalah baru.

Selain itu, Pemerintahan Jakarta di bawah Anies-Sandi sarat adu domba dan menabrak aturan.

Oleh sebab itu terdapat wacana untuk mengajukan hak interpelasi terhadap Kebijakan Gubernur DKI tersebut.

Kebijakan alih-alih menata kota menjadi lebih baik dan lebih maju, kebijakan Anies-Sandi justru menimbulkan berbagai konflik baru karena melanggar aturan yang berlaku dan merugikan banyak pihak termasuk warga Jakarta.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, dalam konferensi pers tentang 100 hari kepemimpinan Anies – Sandi melayangkan beberapa kritik pedas atas kebijakan yang sudah dikeluarkan Anies -Sandi.

Dia juga menyorot kebijakan Anies-Sandi soal penataan Jalan Jatibaru yang berlaku mulai pertengahan Desember tahun lalu. Dimana Pedagang Kaki Lima (PKL) diizinkan untuk berdagang di jalan tersebut. Bahkan soal Transjakarta Tanah Abang Explorer beroperasi. Hingga sopir angkot yang menjerit karena kehilangan setoran.

“Ini menunjukkan kebijakan Anies-Sandi menimbulkan konflik,” kata dia.

Hak interpelasi pun mendapat dukungan dari beberapa elemen termasuk Massa dari Gardu Banteng Marhaen. “Kita dukung interpelasi PDIP terhadap Anies, kita siapkan ribuan massa kepung DPRD DKI Jakarta,” kata Koordinator Gardu Banteng Marhaen, Sulaksono Wibowo dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (24/1).

Dikutip dari laman https://suaranasional.com/2018/01/24/gardu-banteng-marhaen-siap-kepung-dprd-dki-dukung-fraksi-pdip-interpelasi-anies-baswedan/ ,  menurut Sulaksono, massa Gardu Banteng Marhaen juga meminta PDIP maupun fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta untuk segera memberhentikan Anies Baswedan dari Gubernur DKI Jakarta. “Suara arus bawah menginginkan Gubernur DKI Jakarta dan Wakilnya diganti. Mereka tidak becus mengurus ibu kota,” papar Sulaksono.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS