75 Persen Pemilih Tak Menginginkan Prabowo Jadi Presiden


Jakarta – Jelang Pilpres 2019, hasil survei dari mayoritas leembaga  jelas menunjukkan bahwa hingga saat ini, elektabiitas paslon capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin masih mengungguli lawannya yaitu paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Sementara yang mengunggulkan paslon 02 hanya survei internal BPN saja, hanya untuk menggiring opini publik karena merasa panik mengingat Pilpres tinggal sebulan lagi.

Hasil survei PolMark, menyatakan bahwa elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 40,4% di 73 dapil dengan kata lain tetap masih mengunggulkan paslon 01, namun oleh Sudirman Said diframing dengan kesimpulan 60% rakyat tidak mau punya Presiden Jokowi lagi.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo dalam survei PolMark hanya mencapai angka 25,8%, sedangkan undecided voters alias yang belum menentukan pilihan sebesar 33,8%. Sudirman Said membaca hasil survey hanya dengan melihat angka berapa besar yang memilih Jokowi, dan tidak melihat faktor lain.

Jika framing membacanya seperti itu, maka bisa dibalik cara membacanya melalui sudut lain bahwa 75% rakyat tak mau pilih Prabowo karena berdasarkan hasil survei, elektabilitas Prabowo hanya 25%.

Unsur dari survey Polmark salah satunya adalah kerjasama dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Polmark yang dipimpin oleh Eep Saefulloh Fatah, sejak Pilkada DKI Jakarta lalu telah membuat banyak orang geram. Sedangkan seperti diketahui, PAN saat ini juga bagian dari koalisi yang mendukung Prabowo-Sandi.

Jika dalam survey yang surveyornya adalah partai koalisi sendiri, menjadi sebuah keanehan jika kubu Prabowo masih menyangkal hanya karena hasilnya tak sesuai harapan.

Hal ini yang membuat BPN menjadi semakin panik dan panas sehingga kemudian mengeluarkan hasil survey internal yang tak jelas dan membuat seolah-olah Prabowo sudah mengungguli Jokowi. Sungguh merupakan sebuah kepanikan tingkat dewa. (ZN/MCF)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS