10 Langkah Prioritas Nasional Untuk Implementasi Making Indonesia 4.0


Jakarta – Revolusi industri keempat atau dikenal dengan industri 4.0, tidak bisa dihindari. Industri 4.0 membuka kesempatan untuk merevitalisasi sektor manufaktur lewat percepatan inovasi, penciptaan nilai tambah, serta peningkatan produksi, kualitas dan efisiensi.

Pelaksanaan Making Indonesia 4.0 diyakini mampu mendorong perbaikan dan revitalisasi sektor manufaktur nasional. Untuk menghadapinya, Indonesia telah memiliki roadmap yang terintegrasi sehingga dalam mengembangkan industri manufaktur kita ke depan punya arah yang jelas.

Making Indonesia 4.0 dapat merevitalisasi sektor manufaktur, mengembalikan kontribusi ekspor neto sebesar 10% dari PDB, meningkatkan produksi serta menekan biaya, dan membangun kapabilitas inovasi lokal Hal ini sebagai langkah dalam perwujudan Indonesia sebagai 10 Top Ekonomi Dunia pada tahun 2030.

Making Indonesia 4.0 akan berpengaruh pada peningkatan PDB secara signifikan, kontribusi manufaktur dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional dalam upaya mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0. Strategi tersebut diyakini dapat mempercepat pengembangan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di tengah era digital saat ini.

Pertama adalah perbaikan alur aliran barang dan material. Upaya ini akan memperkuat produksi lokal pada sektor hulu dan menengah melalui peningkatan kapasitas dan percepatan adopsi teknologi.

Kedua, mendesain ulang zona industri. Dari beberapa zona industri yang telah dibangun di penjuru negeri, Indonesia akan mengoptimalkan kebijakan zona-zona industri tersebut dengan menyelaraskan peta jalan sektor-sektor industri yang menjadi fokus dalam Making Indonesia 4.0.

Ketiga, mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. Indonesia melihat tantangan keberlanjutan sebagai peluang untuk membangun kemampuan industri nasional, seperti yang berbasis teknologi bersih, tenaga listrik, biokimia, dan energi terbarukan.

Keempat, memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hampir 70 persen, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha UMKM dengan membangun platform e-commerce yang juga bisa dimanfaatkan petani dan pengrajin.

Kelima, membangun infrastruktur digital nasional. Indonesia akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital, termasuk Internet dengan kecepatan tinggi dan meningkatkan kemampuan digital melalui kerja sama pemerintah dengan publik dan swasta untuk dapat berinvestasi di teknologi digital seperti cloud, data center, security management, dan infrastruktur broadband.

Keenam, menarik minat investasi asing. Hal ini dapat mendorong transfer teknologi ke perusahaan lokal. Kemudian ketujuh, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Menperin, SDM adalah hal yang penting untuk mencapai kesuksesan pelaksanaan Making Indonesia 4.0.

Kedelapan, pembangunan ekosistem inovasi. Pemerintah akan mengembangkan cetak biru pusat inovasi nasional, mempersiapkan percontohan pusat inovasi dan mengoptimalkan regulasi terkait, termasuk di antaranya yaitu perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan insentif fiskal untuk mempercepat kolaborasi lintas sektor diantara pelaku usaha swasta atau BUMN dengan universitas.

Kesembilan, insentif untuk investasi teknologi. Pemerintah akan mendesain ulang rencana insentif adopsi teknologi, seperti subsidi, potongan pajak perusahaan, dan pengecualian bea pajak impor bagi perusahaan yang berkomitmen menerapkan teknologi industri 4.0.

Dan kesepuluh adalah harmonisasi aturan dan kebijakan. Indonesia berkomitmen melakukan harmonisasi aturan dan kebijakan untuk mendukung daya saing industri dan memastikan koordinasi pembuat kebijakan yang erat antara kementerian dan lembaga terkait dengan pemerintah daerah.

Adapun tahapan implementasi Making Indonesia 4.0 yang sedang dilaksanakan yaitu: Perumusan insentif bagi pelaku Industri, Perumusan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), Pelatihan Manager dan Tenaga Ahli Transformasi Industry 4.0, E-Smart IKM, Penunjukkan Lighthouse of Industry 4.0, dan Pembangunan Showcase dan Pusat Inovasi Industry 4.0. (kaniamcf)

 

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS